Begini motif, Pria di Halmahera Utara Akhiri Hidup di Pohon Pala

Hukrim141 Dilihat

Marahaipost.com ||  Kristian Aditya Kawingian (20 tahun) warga Desa Sukamaju Kecamatan Tobelo Barat, Halmahera Utara, Maluku Utara mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di atas pohon pala.
Persitiwa itu terjadi pada Rabu, (19/11/2025) sekitar pukul 13.30 WIT. Korban ditemukan awal oleh ayah kandung korban Refli Kawingian, (57 tahun).

Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu melalui Kasi Humas AKP Kolombus Goduru dikonfirmasi Kamis, (20/11/25) menjelaskan bahwa, awalnya, sekira pukul 12.00 WIT, ayah korban sedang melaksanakan aktivitas di tempat pengasapan kelapa, kemudian mendekati jam makan siang, ia kembali ke rumah yang jaraknya tidak jauh dari kebun.

banner 970x250

Sesampainya di dekat rumah, tiba-tiba ia mendengar korban sedang dimarahi oleh ibunya dikarenakan korban pulang pagi mengikuti teman-temannya yang beraktivitas sebagai operator sound sistem. Tak berselang lama, ia pun mendengar bunyi pemukulan pintu. Refli mengetahui hal itu dilakukan oleh korban karena merasa kesal di marahi oleh ibunya.
Sekira pukul 12.30 WIT, korban kemudian bergegas pergi keluar dari rumah, ayah korban menganggap hal itu biasa karena sehabis dimarahi oleh orang tuanya (ibu) namun, saat ia memanggil korban tapi tidak mendapat jawaban.
“Ayahnya kemudian berinisiatif mencari korban sampai mengelilingi lokasi kebun yang tak jauh dari rumah mereka, namun tidak menemukan korban, saat ayah korban mencari yang kedua kalinya, ia menemukan anaknya sudah tergantung di pohon Pala menggunakan tali dengan posisi kaki yang tergantung dengan jarak dari tanah 50 cm dengan kondisi sudah meninggal dunia,” ujarnya.

“Ayah korban berinisiatif memotong tali dan berteriak memanggil tetangganya bernama Sahri untuk meminta bantuan menurunkan korban,” sambung Kolombus.

Sahri, (57 tahun) warga setempat yang merupakan tetangga korban, saat itu, sedang berada di rumah dan mendengar teriakan minta tolong dari tetangganya bernama Refli. Mendengar hal tersebut, kemudian ia merasa terpukul lalu ia memberanikan diri untuk menolong, disitu, Sahri berlari menuju ke pohon pala yang jaraknya 50 meter dari rumah korban.
“Sesampainya di lokasi, Sahri melihat korban sudah tergeletak di tanah karena tali telah dipotong oleh Refli. Disitu mereka menggotong korban sampai ke rumah,” ungkapnya.

Kolombus menambahkan, motif dari peristiwa ini diduga karena kecewa terhadap orang tua perempuannya yang memarahi korban yang pulang pagi.
“Motif korban gantung diri dimungkinkan karena kecewa dengan orang tuanya (ibu). Keluarga korban bersedia membuat surat pernyataan penolakan visum/autopsi.” tandasnya (*).

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *