Ada Turis Asing Saat Batuan Panas Erupsi Gunung Dukono Meletus, Dikabarkan 5 Orang Mengalami Luka Luka

Berita183 Dilihat

Marahaipost.com || Peristiwa mencekam menimpa beberapa kelompok pendaki saat Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, meletus secara tiba-tiba, Jumat (08/05/2026) sekitar pukul 07.42 WIT.

Para pendaki ini dilaporkan terluka parah setelah tertimpa lontaran batuan vulkanik yang meluncur dari kawah gunung api yang masih dalam status waspada tersebut.

Informasi yang diperoleh, saat erupsi terjadi, terdapat tamu Warga Negara Asing (WNA) berada pada radius aman namun masih ada 2 kelompok wisatawan lokal berada di radius berbahaya. Sememtara 1 grup yang turun ke jalur desa Ruko, terdapat 1 orang mengalami cedera kaki saat berusaha menyelamatkan diri.

Sedangkan 1 grup yang naik dan turun lewat jalur desa Mamuya sampai sekarang belum diketahui nasib mereka, jumlah mereka sekitar 10 orang, saat terjadi erupsi mereka ada di bibir kawah.

Mereka pun meminta bantuan pihak Kepolisan dan Basarnas untuk melakukan evakuasi para korban yang mengalami luka.

Korpos SAR Tobelo, Rudin menuturkan informasi awal diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate dari Kepala Desa Mamuya Budiman Djoma sekira pukul 08.55 WIT. Laporan tersebut selaras dengan deteksi sinyal darurat SOS dari perangkat Garmin di koordinat 1°42’13.7″N / 127°52’50.2″E, kawasan puncak Gunung Dukono.

“Kepala Desa Mamuya menginformasikan ada sejumlah pendaki luka-luka akibat erupsi dan memohon bantuan SAR untuk evakuasi,” kata Rudin Selaku Korpos SAR Tobelo, Jumat (08/5/2026).

Menindaklanjuti laporan, Tim Rescue Pos SAR Tobelo langsung bergerak pukul 09.10 WIT menuju lokasi menggunakan rescue car dan dilanjutkan pendakian. Estimasi waktu tiba di titik korban pukul 14.45 WIT.“Data Sementara Korban, Jumlah, 5 orang. Dalam Pencarian/Evakuasi 5 orang, dengan Identitas Belum diketahui”. ujar Rudin.

Lokasi kejadian berada di Gunung Dukono, Desa Mamuya, Kecamatan Galela, sekitar 14 km dari Pos SAR Tobelo. Tim harus menempuh perjalanan darat 45 km ke Desa Mamuya selama 1,5 jam, dilanutkan pendakian 7 km sekitar 3 jam.

“Unsur yang terlibat dalam operasi SAR ini meliputi Personil Pos SAR Tobelo, Babinsa Desa Mamuya, Bhabinkamtibmas, BPBD Halmahera Utara, dan masyarakat setempat. Peralatan yang dibawa antara lain palsar evakuasi, medis, dan komunikasi.” kata Rudin

Hingga berita ini diturunkan, tim SAR masih dalam perjalanan menuju lokasi. Perkembangan evakuasi akan dilaporkan secara berkala (*)

 

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *