Kapolres Halmahera Utara Turun Tangan Pantau Evakuasi Korban Akibat Letusan Gunung Dukono

Berita199 Dilihat

Marahaipost. com || Menyusul peristiwa mencekam saat Gunung Dukono meletus dan menimpa para pendaki, Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu, S.H., S.I.K., secara langsung turun ke lapangan guna memantau dan memastikan kelancaran proses evakuasi serta penanganan korban, Rabu (08/05 2026) sejak pukul 09.30 WIT.

Kapolres didampingi, Kasat Samapta Polres Halmahera Utara, Rudjiono Tjuluku, serta unsur gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Tim Basarnas POS Tobelo, Babinsa, Kepala Desa Mamuya dan tenaga medis untuk memantau proses evakuasi korban yang  perjalanan menuju lokasi kejadian di lereng Gunung Dukono, tak jauh dari kawasan Desa Mamuya.

AKBP Erlichson Pasaribu mengatakan kehadirannya di lokasi untuk memastikan evakuasi berjalan cepat, aman dan tepat sasaran. Prioritas utama saat ini adalah keselamatan korban serta seluruh petugas yang bertugas.
“Kami juga memastikan tidak ada lagi orang yang masih berada di zona berbahaya agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar AKBP Erlichson Pasaribu saat memberikan keterangan kepada wartawan di Pos Pengamatan Gunung Api Dukono.

Sebelumnya dilaporkan, sejumlah pendaki gunung dukono menderita luka robek parah, akibat terkena hantaman batuan vulkanik, saat kelompoknya nekat beraktivitas di dalam radius 4 kilometer dari kawah, padahal kawasan itu sudah dinyatakan terlarang dan berstatus “Waspada” sejak berbulan-bulan sebelumnya.

Hingga siang ini, Tim gabungan Basarnas masih melakukan proses evakuasi korban yang mengalami luka luka. Polres Halmahera Utara juga terus meningkatkan pengamanan serta penyebarluasan informasi agar masyarakat dan wisatawan lebih waspada terhadap bahaya letusan gunung api tersebut.

Seperti diketahui,  Peristiwa mencekam menimpa beberapa kelompok pendaki saat Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, meletus secara tiba-tiba, Jumat (08/05/2026) sekitar pukul 07.42 WIT.

Para pendaki ini dilaporkan ada 5 orang terluka parah setelah tertimpa lontaran batuan vulkanik yang meluncur dari kawah gunung api yang masih dalam status waspada tersebut.

Informasi yang diperoleh, saat erupsi terjadi, terdapat tamu Warga Negara Asing (WNA) berada pada radius aman namun masih ada 2 kelompok wisatawan lokal berada di radius berbahaya. Sememtara 1 grup yang turun ke jalur desa Ruko, terdapat 1 orang mengalami cedera kaki saat berusaha menyelamatkan diri.

Sedangkan 1 grup yang naik dan turun lewat jalur desa Mamuya sampai sekarang belum diketahui nasib mereka, jumlah mereka sekitar 10 orang, saat terjadi erupsi mereka ada di bibir kawah.

Mereka pun meminta bantuan pihak Kepolisan dan Basarnas untuk melakukan evakuasi para korban yang mengalami luka (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *