Seluruh Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan, Operasi SAR Dihentikan

Berita141 Dilihat

Marahaipost.com || Tim SAR Gabungan yang terdiri dari unsur, TNI, Polri, Basarnas, BPBD Halmahera Utara serta masyarakat setenpat akhirnya berhasil  menemukan dua korban warga Negara Asing (WNA) asal Singapura yang hilang saat melakukan pendakian di Gunung Dukono pada Jumat kemarin saat erupsi terjadi. Minggu (10/5/2026).

Kedua korban ditemukan pada hari ketiga pencarian sekira pukul 13.00 WIT, di koordinat 1°42’9.90″N / 127°52’48.50″E sekitar 13 meter arah Utara dari Signal Distress pertama kali di tangkap oleh BCC Basarnas dimana kedua korban dalam satu titik yang sama dengan kondisi tubuh yang sudah tidak utuh.

Kepala Kantor SAR (Kakasar) Ternate, Maluku Utara Iwan Ramdani menjelaskan bahwa dua WNA tersebut ditemukan dengan tertindis batu besar posisi saling berpelukan kondisi tubuh sudah tidak utuh.

” Tim Gabungan lalu mengevakuasi body pack dari bibir Gunung untuk di turunkan. Kantong jenazah yang berisi body pack ke dua warga negara asing kemudian di bawa menuju posko induk di Desa Mamuya, dan tiba pukul 17.43 WIT,” ujarnya.

Kakasar mengatakan meskipun kondisi cuaca hujan dan sangat berresiko di lapangan namun Tim SAR Gabungan tetap bekerja tanpa mengenal lelah sehingga jenazah korban dapat di evakuasi lalu dibawa ke RSUD Tobelo guna keperluan autopsi

“Dengan telah ditemukannya korban maka operasi SAR selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing,” ucapnya

Tak lupa Kakansar juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, Pangdam XV Pattimura, Danrem 152 Babullah, Kapolres Halmahera Utara, Kalak BPBD Halmahera Utara, Instansi terkait dan terutama masyarakat masyarakat Mamuya yang sudah membantu dan memberikan dukungan penuh selama Operasi SAR berlangsung sehingga seluruh korban dapat ditemukan.

Unsur yang terlibat dalam pencarian. Basarnas. Kodam XV Patimura, Korem 152 Babullah, Kodim 1508 Tobelo, Kompi 732 Banau Halut, Polres Tobelo, Brimob Polda Malut, BPBD Halut, TNI AD, TNI AL, TNI AU, PVMBG, Dinkes Halut, Imigrasi Halut, ERT PT NHM, PMI, Wanadri, Pecinta Alam dan Masyarakat Desa Setempat serta unsur lainnya.

Seperti diketahui kronologi kejadian sebelumnya. Pada tanggal 08 Mei 2026 Kantor SAR Ternate menerima informasi dari Basarnas Command Center (BCC) mengenai adanya deteksi sinyal darurat (SOS) dari perangkat Garmin pada titik koordinat 1°42’13.7″N 127°52’50.2″E. Laporan tersebut selaras dan telah dikonfirmasi oleh Kepala Desa Mamuya, Budiman Djomq. Beliau menginformasikan bahwa di lokasi tersebut, tepatnya di kawasan Gunung Dukono, terdapat sejumlah pendaki yang mengalami luka-luka akibat terdampak aktivitas erupsi Gunung Dukono. Menindaklanjuti insiden darurat tersebut, Kepala Desa Mamuya secara resmi memohon bantuan SAR untuk proses evakuasi para korban.

Korban yang ditemukan meninggal dunia :

1. Heng Wen Qiang Timothy Laki Laki – 30 tahun Asal Singapura

2. Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid – Laki-Laki 27 tahun asal Singapura.

3. Engel Krishela Pradita — Perempuan asal Indonesia (*)

 

 

 

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *