Pangdam XV/Pattimura Ikut Proses Evakuasi Jenazah Korban Erupsi Gunung Dukono

Berita156 Dilihat

Marahaipost.com || Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto turut hadir saat proses evakuasi jenazah Engel Krishela Pradita warga Asal Jayapura, menuju Pos Pemantau Gunung Dukono di Desa Mamuya, Kecamatan Galela kabupaten Halmahera Utara yang menjadi korban akibat erupsi gunung Dukono, pada Jumat (07/05/2026) lalu.

Engel berhasil dievakuasi Tim SAR gabungan dari puncak Gunung Dukono, pada Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 14.20 WIT. dalam kondisi meninggal dunia tidak jauh dari area kawah Gunung Dukono.

Proses evakuasi berlangsung dramatis dan penuh resiko. Tim SAR gabungan harus berjibaku dengan cuaca ekstrem, hujan, serta aktivitas erupsi yang masih terus terjadi di puncak gunung.

Pangdam Pattimura mengatakan, operasi pencarian dan evakuasi korban tidak berjalan mulus akibat kondisi alam yang sangat berbahaya. Selain medan berat, letupan dan hujan abu vulkanik terus mengancam keselamatan tim di lapangan.

“Dari berbagai informasi yang kami terima, proses evakuasi memang tidak berjalan mulus. Karena itu, pada pencarian hari ketiga besok kami akan menambah personel untuk mencari dua korban lainnya yang belum ditemukan,”ujarnya, dalam konferensi pers.

Pangdam Pattimura pun menjelaskan, perjalanan menuju lokasi pencarian membutuhkan waktu sekitar 8 hingga 10 jam karena kondisi jalur yang sulit dan cuaca yang tidak menentu.

“Besok kami akan menyusun strategi baru agar dua korban yang titiknya sudah diketahui bisa dievakuasi sekaligus,” katanya.

Mayjen Dody menegaskan bahwa operasi evakuasi memiliki risiko sangat besar karena aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih berlangsung hingga saat ini.

“Kami yang tergabung dalam Tim SAR gabungan, baik TNI, Polri, Pemda maupun Basarnas, bertanggung jawab penuh atas proses evakuasi yang sedang dilaksanakan,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, memastikan Pemerintah Daerah Halmahera Utara akan menyiapkan seluruh kebutuhan logistik untuk mendukung operasi pencarian dan evakuasi korban.

Bupati mengungkapkan, tujuh warga negara Singapura yang selamat telah difasilitasi Pemda Halmahera Utara dan dipulangkan ke Ternate pada Sabtu ini sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta.

“Seluruh korban selamat sebelumnya telah mendapat perawatan medis di RSUD Tobelo. Dari hasil pemeriksaan, mereka hanya mengalami luka ringan dan diperbolehkan menjalani rawat jalan,”jelasnya.

Piet juga menyebut Pemda Halmahera Utar telah melakukan investigasi terhadap rombongan pendaki asal Singapura tersebut. Hasil sementara menunjukkan para pendaki masuk ke wilayah Halmahera Utara tanpa melapor ke Pemda maupun pihak Imigrasi Tobelo, dan hanya didampingi pemandu lokal.

Piet menegaskan, Pemda Halmahera Utara sebenarnya telah mengeluarkan surat larangan pendakian Gunung Dukono sejak 17 April 2025. Dalam surat tersebut, aktivitas pendakian ditutup sementara dan masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari kawah gunung.

Hal senada disampaikan Kepala Basarnas Maluku Utara, Iwan Ramdani. Ia mengatakan, Sabtu ini merupakan hari kedua proses pencarian tiga korban erupsi Dukono.

“Alhamdulillah, pada pencarian hari kedua Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban. Namun identitas jenazah masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut di RSUD Tobelo,”katanya.

Iwan menambahkan, titik keberadaan dua korban lainnya sebenarnya telah diketahui. Namun proses evakuasi belum dapat dilakukan karena erupsi dan letupan Gunung Dukono masih terus terjadi.

Dalam operasi pencarian tersebut, Tim SAR gabungan turut dibantu masyarakat setempat. Warga yang pertama kali menemukan jenazah Engel diketahui bernama Kiril Tatambani dan Rustamani.

Menurut keduanya, saat ditemukan tubuh korban sebagian besar sudah tertimbun abu vulkanik. Hanya sebagian kecil bagian belakang tubuh korban seperti kaki dan pantat yang masih terlihat di permukaan.(*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *