Dua Orang Tewas Saat Erupsi Gunung Dukono Meletus, 1 Korban Hilang 

Berita323 Dilihat

Marahaipost. com || Bencana erupsi dahsyat Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, menelan korban jiwa. Dua orang dilaporkan tewas setelah diduga tertimpa lontaran batuan vulkanik berukuran besar yang meluncur deras dari kawah gunung yang berstatus waspada tersebut. Jumat (08/05/2026).sekira pukul 07.42 WIT.

Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu, S. H. S.i.K yang turun langsung memimpin pengamanan dan evakuasi menyatakan bahwa tim gabungan terdiri dari Polres, BPBD, Basarnas, Babinsa dibantu mansyarakat masih melakukan proses evakuasi terhadap diduga 20 pendaki terdiri dari 9 warga asing,11 warga lokal.

” Informasi sementara 2 korban meninggal dan 1 korban hilang, upaya evakuasi masih terkendala karena masih adanya letusan dari gunung yang membahayakan tim, ” jelas AKBP Erlicshon Pasaribu, Jumat (08/05/2026).

Data dari Pos Pengamatan Gunung Api Dukono mencatat bahwa aktivitas gunung api meningkat tajam sejak Rabu sore, ditandai dengan gempa letusan yang semakin sering dan kuat. Saat ini status Gunung Dukono tetap berada pada tingkat II atau “Waspada”, dengan peringatan tegas agar tidak ada warga maupun wisatawan yang beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari puncak gunung.

Seperti diketahui,  Peristiwa mencekam menimpa beberapa kelompok pendaki saat Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, meletus secara tiba-tiba, Jumat (08/05/2026) sekitar pukul 07.42 WIT.

Para pendaki ini dilaporkan terluka parah setelah tertimpa lontaran batuan vulkanik yang meluncur dari kawah gunung api yang masih dalam status waspada tersebut.

Informasi yang diperoleh, saat erupsi terjadi, terdapat tamu Warga Negara Asing (WNA) berada pada radius aman namun masih ada 2 kelompok wisatawan lokal berada di radius berbahaya. Sememtara 1 grup yang turun ke jalur desa Ruko, terdapat 1 orang mengalami cedera kaki saat berusaha menyelamatkan diri.

Sedangkan 1 grup yang naik dan turun lewat jalur desa Mamuya sampai sekarang belum diketahui nasib mereka, jumlah mereka sekitar 10 orang, saat terjadi erupsi mereka ada di bibir kawah.

Mereka pun meminta bantuan pihak Kepolisan dan Basarnas untuk melakukan evakuasi para korban yang mengalami luka.

Hingga berita ini diturunkan, aktivitas gunung api masih berlanjut dengan sesekali terjadi letusan kecil dan semburan abu tipis yang terbawa angin ke arah barat daya (*)

 

 

 

 

 

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *