Ketua KNPI Halmahera Utara Salurkan Bantuan Kemanusian Untuk Warga Korban Konflik Sosial di Sibenpopo

Berita114 Dilihat

Marahaipost. com || Di tengah luka dan ketidakpastian yang dirasakan warga Desa Sibenpopo, Kecamatan Patani Barat, kabupaten Halmahera Tengah, secercah harapan datang dari tangan-tangan yang peduli. Ketua Umum KNPI Halmahera Utara, Devid Marthin, Minggu (05/04/2026) menyalurkan bantuan kemanusiaan sebagai wujud nyata solidaritas kepada sesama.

Bantuan yang diberikan berupa pakaian layak pakai—baju, celana, dan sepatu—untuk anak-anak hingga orang dewasa. Bagi sebagian orang, ini mungkin hal sederhana, namun bagi mereka yang kehilangan dan sedang bertahan di tengah keterbatasan, bantuan ini adalah tanda bahwa mereka tidak sendiri, bahwa masih ada cinta yang bergerak, masih ada kepedulian yang hidup.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui Posko Peduli Sibenpopo di desa Wari, Tobelo, yang menjadi titik harapan bagi para korban. Di tempat inilah berbagai uluran tangan dari berbagai pihak dikumpulkan, disatukan, dan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.

Dalam keterangannya, Devid Marthin menegaskan bahwa kehadiran pemuda tidak boleh hanya menjadi simbol, tetapi harus menjelma menjadi tindakan nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat.

“Solidaritas tidak boleh berhenti pada kata-kata. Ia harus hidup dalam tindakan, dalam keberanian untuk hadir dan berbagi. Kami ingin masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendiri menghadapi ini,” ungkapnya dengan penuh keteguhan.

Sementara itu, penanggung jawab Posko Peduli Sibenpopo di Wari, Tobelo, Bung Klemer dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Halmahera Utara, menyampaikan bahwa setiap bantuan yang datang bukan hanya soal materi, tetapi tentang harapan yang dititipkan.

“Apa yang diberikan hari ini bukan sekadar pakaian, tetapi bentuk kasih dan kepedulian. Ini adalah pesan bahwa masih ada yang peduli, masih ada yang berdiri bersama mereka. Kami akan memastikan bantuan ini sampai ke tangan yang benar-benar membutuhkan, dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Lebih dari sekadar penyaluran bantuan, momen ini menjadi pengingat bahwa kemanusiaan tidak pernah benar-benar hilang. Ia tetap hidup dalam hati orang-orang yang memilih untuk peduli, yang memilih untuk hadir, dan yang memilih untuk berbagi di tengah kesulitan.

Kehadiran Komite Nasional Pemuda Indonesia bersama elemen pemuda lainnya menunjukkan bahwa di tengah berbagai tantangan, masih ada kekuatan besar yang bernama gotong royong. Sebuah kekuatan yang lahir dari cinta, tumbuh dari kepedulian, dan bergerak untuk memulihkan harapan.

Di Sibenpopo, mungkin tidak semua luka bisa sembuh hari ini. Namun dari setiap bantuan yang datang, dari setiap langkah kecil yang dilakukan dengan tulus, harapan itu perlahan tumbuh kembali—bahwa esok akan lebih baik, dan bahwa mereka tidak pernah benar-benar sendiri (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *