Klarifikasi Lengkap Aksandri Kitong Soal Percakapan di Internal GAMKI Viral, Maaf ke Publik

Berita126 Dilihat

Marahaipost.com || Aksandri Kitong, Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara yang juga sebagai Ketua DPC Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Halmahera Utara, meluruskan pernyataannya yang viral dan memicu kemarahan publik terkait situasi di Kabupaten Halmahera Utara.

Aksandri sendiri menyampaikan klarifikasi yang difasilitasi oleh Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlicshon Pasaribu, bertempat di ruang Vicom Polres Halmahera Utara, Senin (30/03/2026), Tampak mendampingi Aksandri, Sekertaris GAMKI Halmahera Utara, Yosafat Kotalaha dan Kuasa Hukum, Tommy Sanfaat dan anggota GAMKI Ian Hohakai.

Pada kesempatan itu, Aksandri menjelaskan secara rinci percakapan di grup WhatsApp DPC Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Halmahera Utara yang kemudian tersebar di media sosial.
” Tapi sebelelumnya saya Askandri Kitong menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya Kepada seluruh masyarakat Maluku Utara khususnya Halmahera Utara yang merasa terluka terkait dengan potongan catting whatsaap yang beredar luas,” ujarnya.

Aksandri menjelaskan bahwa potongan Catting di grup whatsaap itu, bukan secara utuh di tampilkan tetapi ada percakapan sebelumnya yang kemudian muncul kalimat ” Baku bunuh sudah”.
” Mungkin itu, yang sangat memprofokasi dablb tersebar dimana-mana” ucapnya.

Ketua GAMKI Halmahera Utara ini menjelaskan, sebelumnya ia membentuk Aliansi Pemuda Kristen Peduli Halmahera Utara kemudian memfasilitasi pertemuan damai dengan Front Pemuda Muslim Tobelo pada Sabtu 28 Maret 2026, (sore) dan kedua pihak sepakat menuntaskan persoalan di malam pawai takbiran idul fitri.
” jadi saya yang menginisiasi bagaima cara supaya bisa bertemu dengan Front Pemuda Muslim Tobelo, karena saya ingin kita hidup rukun dan damai dalam satu bingkai rumah Hibualamo dan Alhamdulilllah, puji Tuhan, pertemuan itu bisa terjadi pada Minggu 29 Maret 2026 sekitar pukul 14.00 wit, yang di fasilitasi oleh Intelkam Polres Halut, dan saya merasa bangga, ” jelasnya.

Aksandri mengatakan tujuannya hanya satu agar bisa bersama-sama mengawal proses hukum tanpa memihak kepada siapa pun dan bisa duduk bersama menjaga perdamaian, keutuhan dan rasa nyaman. Tetapi menurut Aksandri berbagai dinamika bisa saja terjadi dalam grup atau organisasi, karena keputusan itu justru menuai protes dari anggota di grup internal yang menilai pertemuan terlalu cepat digelar.
” Justru yang protes secara frontal itu adik saya Ian, ia sempat mengajak saya baku hantam, katakan banci, tak tegas dan sebagainya. Juga bilang kalau begini torang deng torang baku hantam menunjukan ke saya, karena saya merasa emosi baca WA itu, Makanya saya terpancing dan keluar lah kalimat itu (baku bunuh sudah-red), Ian kemudian keluar dari grup,” jelasnya.
” Pagi sekitar jam 8.OO wit, Adik Ian datang ke rumah saya minta maaf, jadi sekali lagi saya minta maaf ke masyarakat bahwa terkait kalimat baku bunuh itu di tujukan kepada adik saya Ian” sambungnya.

Selanjutnya ada kalimat (supaya dong tau tong so siap) menurut Aksandri, terkait dengan aksi dari Front Pemuda Muslim Tobelo, bahwa Pemuda Kristen Peduli Halmahera Utara sudah siap untuk turun aksi bersama-sama.
” Alhamdulillah, puji Tuhan, Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman Front Pemuda Muslim Tobelo, yang sudah dapat bertemu dengan kami dan tadi telah melaksanakan aksi dengan damai dan tertib, kita jaga kebersamaan kita, kedepan kita melaksanakan kegiatan sosial bersama-sama sehingga keeratan persatuan dan persaudaraan dalam bingkai bineka tunggal ika, dalam rumah kita Hibualamo,” imbuhnya.

Selain itu, Politisi Partai Demokrat ini menyampaikan permohonan maaf kepada Kasman Hi Ahmad yang juga sebagai wakil bupati Halmahera Utara karena ada kalimat yang mungkin melukai.
” Jujur saya neminta bertemua dengan wakil bupati di hari sabtu melalui telpon dari ibu Meyane Mahura untuk kita GAMKI beraudience tapi belum ada waktu, padahal tujuan kami terkait dengan aksi hari ini, bersama teman-teman Front Pemuda Muslim Tobelo,”ujarnya.

Nah, Ia pun menginstruksukan kepada sekertaris GAMKI, jika Wakil bupati tidak mau ketemu maka tidak perlu hadir di kegiatan bedah buku dan sekertaris sudah menyatakan siap tetapi dalam perjalanan malah ikut kegiatan bedah buka, sontak saja, Aksandri marah ke sekertarisnya.
” Saya lalu katakan, stop ikut sudah yang namanya acara Pak Kasman, itu hanya di dalam internal GAMKI sebagai kesepakatan karena ini sikap organisasi, jadi kata tai dan foya-foya ditujukan ke Sekertaris karena sudah mengaku ke saya ok tapi bikin lain, sementara instruksi saya lakukan konsolidasi ke saudara- saudara muslim yang akan melakukan aksi,” jelasnya.

Aksandri pun menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Maluku Utara lebih khusus masyarakat Halmahera Utara dan juga kepada wakil bupati Kasman Hi Ahmad atas pernyataan yang beredar. Ia menegaskan tidak pernah berniat memprovokasi atau merusak harmonisasi antarumat beragama.
“Saya sangat menghargai beliau (Wabup) sebagai orang tua, tidak ada maksut untuk menyakiti dan menyerang, mari kita jaga keamanan dan kedamaian bersama di Halmahera Utara, ” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *