Marahaipost.com || Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia Tahun 2026, PT PLN Nusantara Power Services (NPS) Unit PLTMG Tobelo berkolaborasi dengan Universitas Halmahera (UNIERA) Tobelo menggelar aksi nyata pelestarian lingkungan di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Senin (27/07/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Tobelo Rawat Bumi” – Bersama, Untuk Bumi Yang Lestari ini menjadi bentuk sinergi strategis antara dunia industri dan akademisi dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir serta keanekaragaman hayati lokal.
Rangkaian aksi lingkungan yang berpusat di area aliran sungai sebelah utara PLTMG Tobelo ini berfokus pada tiga agenda utama yaitu Penanaman Bibit Mangrove, Penanaman Telur Burung Mamoa dan Pelepasan Tukik (Anak Penyu).
Acara ini dihadiri oleh berbagai jajaran pemangku kepentingan (stakeholder), menunjukkan komitmen kuat lintas sektor. Turut hadir dalam kegiatan ini dari PLN PLTD Tobelo, PLN PUSMANPRO, PLN UPP MPA2, dari Pemerintah Daerah Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Halmahera Utara, Unsur Forkopimcam Galela Camat, Kapolsek, dan Danramil Galela, Pemerintah Desa & Komunitas Kepala Desa Mamuya beserta Masyarakat Konservasi Desa Mamuya.
“Kami mengharapkan adanya pengembangan mangrove yang berkelanjutan di kawasan ini. Ke depan, kawasan mangrove tidak hanya berfungsi sebagai pelindung ekosistem, tetapi juga berpotensi menghasilkan produk-produk bernilai jual tinggi yang pada akhirnya dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Mamuya,” ujar Manager Unit PT PLN NPS PLTMG Tobelo Pandu Hari Respati.
Komitmen PT PLN Nusantara Power Services Unit PLTMG Tobelo melalui program TJSL ini sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
“Harapannya, keberadaan kawasan konservasi ini dapat terus memberikan manfaat ekologis sekaligus menjadi penggerak ekonomi baru bagi warga Desa Mamuya.” tandasnya (*)









