Sangaji Pagu Nyatakan Keprihatinan Terhadap Kondisi dan Nasib Afrida Ngato

Berita204 Dilihat

Marahaipist.com || Pemimpin Adat wilayah Pagu Kao, atau Sangaji Pagu, Simon Toloa menyampaikan pernyataan resmi yang berisi keprihatinan mendalam dan rasa peduli yang tinggi terhadap situasi yang sedang dialami oleh Afrida Ngato, yang saat ini berstatus sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam sebuah perkara hukum.

Dalam keterangannya, Sangaji Pagu mengungkapkan bahwa sebagai pemangku adat yang bertanggung jawab atas kedamaian dan nasib warga masyarakatnya, Simon sangat memprihatinkan kondisi yang menimpa Afrida Ngato beserta keluarganya. Keprihatinan ini bukan hanya menyangkut aspek hukum yang sedang berjalan, tetapi juga dampak sosial dan psikologis yang dirasakan, baik oleh individu yang bersangkutan maupun kerabat dekatnya di tengah masyarakat.
“Saya sangat prihatin melihat keadaan yang dialami oleh saudari Afrida Ngato dan keluarganya. Setiap persoalan yang menimpa warga adalah tanggung jawab kita bersama, dan saya merasakan beban berat yang sedang mereka pikul saat ini,” ujar Sangaji Pagu, Simon Toloa dalam pernyataan resmi.Kamis (21/05/2026).

Lebih lanjut, Simon mengungkapkan bahwa rasa prihatin ini menjadi dasar utama mengapa ia mengajak dan menghimbau agar Afrida Ngato segera menyerahkan diri. Langkah tersebut dinilai sebagai jalan terbaik untuk menyelesaikan persoalan dengan cara yang benar, meringankan beban yang ditanggung, serta membuka peluang penyelesaian yang lebih manusiawi dan berkeadilan sesuai aturan yang berlaku.
” Sebagai kepala suku Pagu tentunya menghargai proses hukum yang berlaku dan berharap kepada Polres Halut agar pelaksanaan proses sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku.” katanya.

Sangaji Pagu juga berharap agar proses hukum yang berjalan dapat berlangsung secara transparan, objektif, dan memberikan keadilan bagi semua pihak. Di sisi lain, beliau juga memohon kepada seluruh elemen masyarakat untuk tetap bersikap bijak, menjaga kerukunan, dan tidak memojokkan pihak mana pun, mengingat persoalan ini masih dalam proses penanganan pihak berwajib.

Sebagai tokoh adat, Sangaji Pagu menegaskan kesiapannya untuk terus menjembatani komunikasi dan berupaya semaksimal mungkin agar persoalan ini dapat selesai dengan damai, serta kehormatan dan martabat keluarga tetap terjaga (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *