Diaspora NTT di Ternate Perkuat Persaudaraan dan Dukung Pembangunan Maluku Utara

Berita227 Dilihat

Marahaipost.com|| Semangat persaudaraan, kebersamaan, dan cinta terhadap daerah mewarnai kegiatan Silaturahmi Diaspora Nusa Tenggara Timur (NTT) di Maluku Utara yang digelar pada Selasa, 19 Mei 2026, di Royal Cafe, Kota Ternate.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 300 pemuda-pemudi NTT di Kota Ternate ini menjadi ajang mempererat hubungan masyarakat NTT di perantauan sekaligus membangun sinergi bersama pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan kampung halaman maupun pembangunan Maluku Utara secara bersama-sama.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Penghubung Provinsi NTT di Jakarta, Florida Tati Satya Wati, Staf Ahli Walikota Ternate Bidang Kemasyarakatan dan SDM H. Abdullah H. M. Saleh, Kepala Sub Bidang Pembinaan Masyarakat dan Kehumasan, Helhemus Adam Kaseh, Kepala Sub Bidang Promosi dan Kerjasama Investasi Natalia Eni Pujiastuti, Ketua Pembauran Kebangsaan Kota Ternate, Prof Djubair Situmorang, serta Kepala Bidang Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Kesbangpol Kota Ternate, Stensyah Adam.

Acara secara resmi dibuka oleh Ketua Umum Diaspora NTT Maluku Utara, Devid Marthin. Dalam sambutannya, Presiden Pemuda Halmahera Utara ini menegaskan bahwa diaspora NTT yang telah lama hidup, bekerja, dan membangun kehidupan di Maluku Utara harus memandang diri sebagai bagian utuh dari daerah ini.

“Saya mengajak semua diaspora NTT dan keturunannya di Maluku Utara untuk menjadi bagian dari Maluku Utara. Tidak ada lagi orang NTT yang tinggal di Maluku Utara, tetapi Orang Maluku Utara asal NTT,” ujar suami dari legislator PSi DPRD Halmahera Utara Priska Tadjjbu ini Menurutnya, hubungan antara NTT dan Maluku Utara bukanlah hubungan yang baru terbentuk hari ini, melainkan memiliki sejarah panjang yang telah terjalin selama ratusan tahun. Ia menyebut hubungan itu sudah terbentuk sejak abad ke-16 ketika armada Sultan Babullah terdampar di bibir pantai Alor.

“Sejarah panjang dari abad ke-16 saat armada Sultan Babullah terdampar di bibir pantai Alor sampai saat ini sudah menjadi bukti hubungan indah antara NTT dan Maluku Utara,” katanya.

Devid juga menggambarkan bagaimana diaspora NTT telah menyatu dalam kehidupan sosial masyarakat di berbagai wilayah Maluku Utara.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Unum KNPI Halmahera Utara ini juga menyoroti semakin besarnya kontribusi diaspora NTT dalam pemerintahan dan pembangunan di Maluku Utara. Saat ini, diaspora NTT telah hadir sebagai anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, DPRD Kabupaten Pulau Taliabu, DPRD Halmahera Utara, DPRD Halmahera Barat, hingga menduduki berbagai jabatan strategis sebagai kepala dinas di sejumlah kabupaten dan kota di Maluku Utara.

“Maka ke depan, bukan tidak mungkin akan ada kepala daerah di Maluku Utara yang berasal dari diaspora NTT,” tegasnya yang disambut tepuk tangan peserta yang hadir.

Dalam sambutan Walikota Ternate yang dibacakan oleh H. Abdullah H. M. Saleh, disampaikan bahwa Kota Ternate sejak dahulu dikenal sebagai kota yang tumbuh di atas semangat persaudaraan dan keberagaman.

Menurutnya, Ternate bukan hanya kota sejarah dan kota rempah, tetapi juga ruang pertemuan berbagai suku, budaya, dan komunitas dari seluruh Indonesia hingga mancanegara. Keberagaman tersebut menjadi kekuatan utama masyarakat Ternate.

“Inilah kekuatan Kota Ternate, yaitu kemampuannya merawat perbedaan menjadi sebuah persaudaraan. Saya sering menyampaikan bahwa Ternate adalah rumah bersama. Siapapun yang datang dengan niat baik, bekerja dengan tulus, dan menjaga nilai persaudaraan, maka ia adalah bagian dari keluarga besar Kota Ternate,” ujar Abdullah saat membacakan sambutan Walikota Ternate.

Sementara itu, Florida Tati Satya Wati mengatakan bahwa keberadaan diaspora NTT merupakan potensi besar yang sangat dibutuhkan untuk mendukung percepatan pembangunan di daerah asal. Menurutnya, jejaring diaspora dapat menjadi kekuatan kolaboratif untuk saling membantu, khususnya dalam mendorong pembangunan kampung halaman melalui semangat gotong royong dan kebersamaan.

Kegiatan silaturahmi ini diharapkan menjadi momentum memperkuat persaudaraan lintas generasi diaspora NTT di Maluku Utara sekaligus mempertegas semangat persatuan dalam keberagaman demi mendukung pembangunan daerah yang harmonis, inklusif, dan maju bersama.

Kegiatan berlangsung penuh kekeluargaan dan ditutup dengan seruan bersama yang menggambarkan identitas serta rasa memiliki diaspora terhadap tanah Maluku Utara (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *