Pria Paruh Baya di Halmahera Utara Ditemukan Tewas di Kali Kua, Usai Hilang 4 Hari

Berita, Hukrim101 Dilihat

Marahaipost. com|| Pria paruh baya, Apner Pinini, (50 tahun) ditemukan tewas di aliran kali Kua desa Kupa-kupa Selatan Kecamatan Tobelo Selatan, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Rabu (17/12/2025)

Mayat tersebut awal ditemukan warga bernama Lot Lehi, (56 Tahun) sekitar pukul 07.00 WIT dalam keadaan tengkurap diatas bebatuan aliran Kali setelah dilaporkan hilang.

banner 970x250

Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, melalui Kasi Humas Polres Halmahera Utara AKP Kolombus Goduru dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.
“Iya benar, Korban bernama Apner Pinini, (50 tahun) warga desa Kupa-Kupa, ditemukan sekira pukul 17.00 wit, di aliran kali Kua, ” ujarnya. Kamis, (18/12/2025).

AKP Kolombus menjelaskan kronologi bahwa korban keluar dari rumah sejak hari minggu 14 Desember 2025 sekitar pukul 19.00 WIT. Kemudian istri korban bernama Wenny E. Soleman, (56 Tahun) langsung memberitahukan kepada keluarga untuk mengejar korban, sebab korban mengalami penyakit gangguan psikis sehingga pikiran korban sering terganggu.

Sempat juga keluarga mengejar korban akan tetapi kehilangan jejak. Saat itu istri korban telah memberitahukan kepada masyarakat untuk membantu menemukan keberadaan korban. Karena tidak menemukan keluarga pun membuat laporan orang hilang di SPKT Polsek Tobelo Selatan pada Selasa 16 Desember 2025.

Menindaklanjuti hal tersebut, Polsek Tobelo Selatan bersama keluarga korban dibantu oleh masyarakat langsung melakukan pencarian terhadap korban. Namun pada saat pencarian terkendala oleh cuaca dengan intensitas hujan yang tinggi sehingga pencarian yang difokuskan pada areal perkebunan masyarakat dan kali dihentikan.

Tepat pada hari Rabu 17 Desember 2025, korban baru ditemukan oleh saksi bernama Lot Lehi, yang saat itu hendak bermaksud buang air di Kali Kua, yang jaraknya tak jauh dari permukiman warga sekitar 50 meter.

” Saat mendekati kali, saksi mencium bau yang sangat menyengat, namun tidak mencurigai hal yang berlebihan sehingga saksi terus berjalan mendekati kali. Saat tiba di pinggiran kali, saksi melihat mayat dengan posisi tengkurap. Melihat itu saksi berlari kembali ke rumah untuk memberitahukan kepada masyarakat. ” jelasnya.

Korban telah di evakuasi oleh masyarakat bersama petugas ke kediaman untuk dimakamkan dan kelurga membuat surat pernyataan penolakan visum/autopsi,
” Pihak keluarga menerima kematian korban karena fakor kesehatan yang dialami korban, ” tandasnya (*).

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *