Kebakaran Lahan di Kao Teluk Meluas, Api Mulai Merambat ke Permukiman Warga

Berita957 Dilihat

Marahaipost.com || Kebakaran lahan melanda wilayah Desa Gamsungi dan Desa Akelamo Cibok, Kecamatan Kao Teluk, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Minggu (23/8/2026).

Kobaran api dilaporkan merambat cukup cepat akibat kondisi lahan yang kering. Bahkan, api mulai membakar kebun dan mendekati wilayah permukiman warga sehingga menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya kebakaran dan mengancam keselamatan masyarakat.

Warga setempat, Sukitman Asgar, mengatakan sebagian masyarakat telah berupaya membantu memadamkan api. Namun, upaya tersebut belum mampu menghentikan kobaran api yang terus menjalar.

“Sebagian warga membantu memadamkan api, tapi tidak mampu karena api terus menjalar,” kata Sukitman.

Menurutnya, kondisi lahan yang kering membuat api cepat merambat ke sejumlah titik. Warga pun semakin khawatir karena kobaran api telah bergerak mendekati kawasan perkampungan.

Situasi semakin mengkhawatirkan setelah api mencapai tepian Jalan Trans-Halmahera. Kepulan asap tebal menyelimuti ruas jalan dan mengganggu jarak pandang para pengguna kendaraan.

Sejumlah pengendara bahkan terpaksa menghentikan kendaraan untuk menghindari kepulan asap yang cukup tebal di sekitar lokasi kebakaran.

Sukitman berharap pemerintah dan instansi terkait segera turun tangan melakukan penanganan dan pemadaman. Menurutnya, langkah cepat diperlukan agar kebakaran tidak semakin meluas dan mengancam permukiman warga.

“Kami berharap pemerintah segera turun tangan, karena api sudah mendekati perkampungan,” ujarnya.

Warga di sekitar lokasi juga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap arah pergerakan api dan kepulan asap yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta pengguna Jalan Trans-Halmahera.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti luas kawasan hutan yang terbakar maupun penyebab awal kebakaran. Kondisi di lapangan masih membutuhkan penanganan cepat dari pemerintah dan pihak terkait untuk mencegah api meluas ke kawasan permukiman (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *