Janlis Kitong Politisi “Bertangan Dingin” yang Pilih Tebar Kebaikan, Bukan Sekadar Bicara

Berita875 Dilihat

Marahaipost.com || Di tengah dinamika politik dan berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat, Janlis Gehanua Kitong, S.AP., memilih satu prinsip yang terus ia pegang: memperbanyak kebaikan dan memberi manfaat bagi sesama.

Politisi senior Maluku Utara yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Halmahera Utara itu dikenal sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat dan memiliki kepedulian terhadap warga yang membutuhkan.

Janlis merupakan salah satu pendiri Partai Demokrat di Maluku Utara bersama Dr. Hendra Karianga, S.H., M.H., dan sejumlah tokoh lainnya. Kiprahnya di dunia politik telah membawanya pada berbagai posisi strategis, termasuk pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Halmahera Utara periode 2019-2024.

Namun, bagi Janlis, politik bukan semata soal jabatan dan kekuasaan. Ia menilai politik juga harus menjadi jalan untuk menghadirkan manfaat dan membantu masyarakat.

Pesan itu kembali disampaikannya ketika mengajak masyarakat untuk memperbanyak perbuatan baik di tengah kondisi kehidupan yang penuh tantangan.

“Keadaan ini harus banyak cari pahala. Maka kita juga akan diberkati berlipat kali ganda oleh Yang Punya Hidup,” ujar Janlis.Sabtu (08/08/2026).

Menurutnya, setiap kebaikan yang dilakukan dengan tulus merupakan bagian dari investasi moral. Kebaikan tidak harus menunggu seseorang memiliki kelebihan secara materi.

“Jangan pernah merasa rugi ketika berbuat baik. Apa yang kita lakukan dengan tulus, Tuhan pasti melihat dan membalasnya dengan cara-Nya,” katanya.

Janlis menegaskan, membantu sesama dapat dilakukan sesuai kemampuan masing-masing. Memberikan waktu, tenaga, perhatian, maupun materi kepada mereka yang membutuhkan merupakan bentuk kepedulian yang memiliki nilai penting dalam kehidupan sosial.

Politisi partai Demokrat ini berharap budaya saling membantu dan berbagi tidak semakin terkikis oleh kepentingan pribadi. Sebaliknya, semangat gotong royong dan kepedulian terhadap masyarakat harus terus dipelihara.

Bagi Janlis, keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dari jabatan maupun materi yang dimiliki, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada orang lain.

Prinsip itulah yang membuat Janlis dikenal sebagai politisi “bertangan dingin” bukan hanya karena perjalanan politiknya, tetapi juga karena kepeduliannya untuk hadir dan membantu masyarakat ketika membutuhkan (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *