Front Petani Kelapa Palang Jalan Trans Galela –Tobelo, Tuntut Harga Kelapa Rp 3.000 per Butir

Berita963 Dilihat

Marahaipost.com || Ratusan warga yang tergabung dalam Front Petani Kelapa Halmahera Utara menggelar aksi demonstrasi dengan memalang Jalan Trans Galela–Tobelo di Desa Pune, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Senin (3/8/2026). Massa menghadang sejumlah truk milik PT. Natural Indococonut Organik (NICO) yang mengangkut buah kelapa dari wilayah Galela sebagai bentuk protes terhadap anjloknya harga kelapa.

Dalam aksi tersebut, para petani mendesak Pemerintah Kabupaten dan DPRD Halmahera Utara segera menetapkan harga buah kelapa sebesar Rp 3.000 per butir demi melindungi kesejahteraan petani.

Koordinator Lapangan Front Petani Kelapa Halmahera Utara, Ramji, menegaskan aksi pemalangan jalan akan terus dilakukan hingga tuntutan mereka mendapat tanggapan.

“Kami akan terus memalang jalan sampai tuntutan kami diakomodir,” ujar Ramji.

Menurutnya, pemerintah daerah dan DPRD tidak boleh tinggal diam melihat kondisi petani yang semakin terpuruk akibat terus merosotnya harga buah kelapa.

Selain menuntut penetapan harga, massa juga menyoroti dugaan keterlibatan sejumlah anggota DPRD Halmahera Utara dalam bisnis perdagangan buah kelapa. Mereka menilai kondisi tersebut berpotensi menimbulkan konflik kepentingan serta mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif.

“Keterlibatan mereka (DPRD) dalam bisnis buah kelapa justru membuat kita tidak lagi percaya terhadap perwakilan kita,” kata Ramji.

Front Petani Kelapa Halmahera Utara juga mendesak PT Nico bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara segera memperbaiki jalan-jalan tani di sejumlah desa di wilayah Galela yang disebut mengalami kerusakan akibat aktivitas kendaraan perusahaan yang mengangkut hasil panen kelapa.

Selain itu, massa meminta agar mata rantai relasi bisnis yang diduga melibatkan pihak-pihak tertentu diputus sehingga petani memperoleh akses pasar yang lebih adil dengan harga yang sesuai kondisi produksi.

Aksi ini merupakan lanjutan dari gelombang protes petani pascapemberlakuan Peraturan Daerah tentang Hilirisasi Kelapa. Menurut para petani, sejak kebijakan tersebut diterapkan, harga buah kelapa terus mengalami penurunan.

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, harga buah kelapa telah turun sekitar lima kali sejak 2025. Saat ini harga berada di kisaran Rp 1.700 per butir, turun dari sebelumnya yang sempat berada di kisaran Rp 2.500 hingga Rp 2.800 per butir.

Hingga berita ini diterbitkan, aksi pemalangan jalan masih berlangsung. Aparat TNI dan Polri tampak berjaga di lokasi untuk mengamankan jalannya aksi dan mengantisipasi gangguan terhadap arus lalu lintas (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *