Marahaipost.com || Warga Desa Efi-Efi, Kecamatan Tobelo Selatan, Kabupaten Halmahera Utara, digegerkan dengan penemuan sesosok kerangka manusia tanpa identitas di kawasan hutan yang berbatasan dengan Desa Gamhoku.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kerangka tersebut pertama kali ditemukan oleh empat warga yang sedang berburu hewan liar pada Kamis (30/7/2026). Lokasi penemuan berada sekitar 15 kilometer dari permukiman warga dan hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki.
Keempat saksi, yakni Berce Tjodi (46), Mihel Baru (22), Nahor Massa (45), dan David Massa (49), mengaku awalnya sedang berburu di kawasan hutan. Dalam perjalanan, Berce melihat sesosok mayat yang telah menjadi tulang belulang tergeletak di rerumputan. Ia kemudian memanggil ketiga rekannya untuk memastikan temuannya.
Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, S.H., S.I.K., membenarkan adanya penemuan kerangka manusia tanpa identitas tersebut. Menurutnya, laporan masyarakat langsung ditindaklanjuti oleh personel Polsek Tobelo Selatan bersama Satreskrim Polres Halmahera Utara.
“Berdasarkan keterangan para saksi, korban diduga berjenis kelamin laki-laki. Meski tubuhnya telah menjadi tulang belulang, masih ditemukan pakaian yang melekat berupa kaus berwarna kuning yang dilapisi jaket kain merah dengan lis hitam di bagian lengan, serta celana jeans yang sudah robek,” ujar AKBP Erlichson Pasaribu, Minggu (2/8/2026).
Selain itu, di sekitar lokasi juga ditemukan sepasang sepatu berwarna biru dengan lis putih serta sebuah tas plastik berwarna merah yang diduga milik korban.
Kapolres menjelaskan, karena kondisi hari mulai gelap, minim penerangan, dan lokasi berada jauh di dalam hutan, para saksi memutuskan bermalam di kawasan pegunungan sebelum kembali ke Desa Efi-Efi pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 15.00 WIT. Setelah tiba di kampung, mereka beristirahat karena kelelahan.
Informasi mengenai penemuan tersebut baru disampaikan kepada personel Polsek Tobelo Selatan pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 20.30 WIT. Setelah menerima laporan, polisi segera melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) terhadap para saksi, berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Halmahera Utara, serta melakukan penyelidikan awal untuk penanganan lebih lanjut.
“Penyidik masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas korban serta penyebab kematiannya,” tegas Kapolres.
Sementara itu, kerangka manusia tersebut masih berada di Polsek Tobelo Selatan sambil menunggu koordinasi dan konfirmasi dari RSUD Tobelo untuk proses identifikasi lebih lanjut. Polisi mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor kepada pihak kepolisian guna membantu proses pengungkapan identitas korban (*)








