Nelayan Batang Dua yang Hilang Sejak 7 Juli Ditemukan Selamat, Keluarga Mohon Bantuan Pemerintah untuk Pemulangan

Berita2494 Dilihat

Marahaipost.com || Kabar menggembirakan datang bagi keluarga Esau Sidemo (57), nelayan asal Kelurahan Bido, Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, yang dilaporkan hilang sejak 7 Juli 2026. Setelah hampir satu bulan terombang-ambing di laut, Esau akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat oleh sebuah kapal berbendera Prancis yang diawaki kru berkewarganegaraan Spanyol.

Informasi tersebut disampaikan pihak keluarga pada Minggu (2/8/2026). Saat ini Esau telah berada di atas kapal yang sedang berlayar dari Australia menuju Tiongkok. Proses pemulangannya ke Indonesia masih menunggu koordinasi antara otoritas terkait dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

Dalam pesan yang disampaikan kapten kapal kepada keluarga, Esau ditemukan dalam kondisi mengalami dehidrasi. Setelah dievakuasi ke atas kapal, ia langsung mendapatkan penanganan medis, makanan bergizi, air minum yang cukup, serta tempat istirahat yang layak.

“Dia sekarang berada dalam keadaan aman di atas kapal kami. Dia sudah mendapatkan makanan yang baik, banyak minum untuk mengganti cairan tubuh yang hilang, dan kami terus merawatnya,” tulis kapten kapal.

Kapten juga menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan otoritas Prancis sebagai negara bendera kapal, otoritas Indonesia, serta pihak berwenang di pelabuhan tujuan berikutnya untuk mengatur proses penurunan dan pemulangan Esau ke Indonesia.

Menurutnya, kapal saat ini sedang berlayar menuju Tiongkok. Esau kemungkinan akan diturunkan di Tiongkok atau Singapura, namun keputusan tersebut masih menunggu arahan dari pihak berwenang.

Sementara itu, pihak keluarga melalui Hopni Saribu berharap Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri dan KBRI, dapat membantu mempercepat proses repatriasi sehingga Esau bisa segera kembali berkumpul bersama keluarga.

“Puji Tuhan yang tak terhingga, keluarga kami yang hilang sejak 7 Juli 2026 telah ditemukan dalam keadaan selamat. Kami memohon kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia agar dapat membantu proses kepulangan beliau ke Indonesia secepatnya. Atas segala bantuan yang diberikan, kami mengucapkan terima kasih,” ujar Hopni.

Sebelumnya, Tim Rescue Pos SAR Tobelo melakukan operasi pencarian terhadap Esau Sidemo setelah menerima laporan bahwa korban belum kembali dari melaut.

Berdasarkan laporan yang diterima pada 9 Juli 2026 pukul 05.45 WIT, Esau berangkat memancing pada 7 Juli 2026 pukul 05.00 WIT di perairan sekitar 15 mil laut arah timur laut Pulau Mayau, Kecamatan Pulau Batang Dua. Korban yang biasanya kembali sekitar pukul 08.00 WIT tak kunjung pulang hingga siang hari. Pencarian awal yang dilakukan warga dan aparat setempat tidak membuahkan hasil sehingga kasus tersebut dilaporkan ke Kantor SAR.

Kepala Pos SAR Tobelo, Rudin M. Jasrodji, menjelaskan bahwa berdasarkan analisis peta SAR dan perkiraan arus laut, korban diduga hanyut ke perairan sekitar Pulau Dama, Kabupaten Halmahera Utara.

Pada 13 Juli 2026, Tim Rescue Pos SAR Tobelo diberangkatkan menggunakan RIB 03 Tobelo menuju lokasi pencarian sejauh sekitar 42 mil laut dengan area penyisiran mencapai 241 mil laut persegi.

Operasi pencarian melibatkan unsur TNI AL Tobelo dan Polairud Tobelo, didukung peralatan evakuasi, medis, dan komunikasi. Saat operasi berlangsung, kondisi cuaca dilaporkan cerah berawan dengan kecepatan angin 16–17 knot, arus laut 0,8–1,3 knot ke arah timur laut, serta tinggi gelombang berkisar 1 hingga 1,1 meter (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *