Jalan Loloda Utara Mulai Dikerjakan, Ketua GMNI Halut Ajak Masyarakat Kawal Janji Gubernur Sherly Tjoanda

Berita1468 Dilihat

Marahaipost. com || Setelah puluhan tahun mengalami kerusakan dan minim perhatian, pembangunan ruas jalan di Kecamatan Loloda Utara, Kabupaten Halmahera Utara, akhirnya mulai dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Pembangunan ini merupakan realisasi komitmen Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, untuk meningkatkan konektivitas wilayah yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Ruas jalan tersebut menjadi akses utama yang menghubungkan desa-desa di Loloda Utara dengan Kota Tobelo.

Gubernur Sherly Tjoanda sebelumnya menyampaikan bahwa pada 2026 pemerintah akan membangun jalan lapen ruas Lapi–Darume sepanjang 8 kilometer. Pembangunan kemudian akan dilanjutkan sepanjang 9 kilometer pada 2027, sehingga total target 17 kilometer diproyeksikan rampung pada periode 2027–2028.

Menanggapi dimulainya pekerjaan tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Halmahera Utara, Erik R. Sibu, mengajak seluruh masyarakat Loloda Utara untuk bersama-sama mengawal proses pembangunan hingga selesai.

“Saat ini pekerjaan baru memasuki tahap perbaikan badan jalan yang sudah lama rusak dan telantar. Karena itu, masyarakat harus ikut mengawasi agar proyek ini benar-benar selesai sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi warga,” kata Erik. Rabu (29/07/2026).

Ia menilai pengawasan publik sangat penting agar pembangunan tidak terhenti di tengah jalan. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat perlu memastikan komitmen pemerintah tetap berjalan hingga seluruh target pembangunan jalan dan jembatan di Loloda Utara terealisasi.

Erik juga menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di Loloda Utara merupakan kebutuhan mendesak yang tidak dapat ditunda. Kondisi jalan yang rusak, menurutnya, telah berulang kali menimbulkan kecelakaan, kerugian ekonomi, hingga mempersulit akses pelayanan kesehatan.

Ia menyinggung peristiwa meninggalnya seorang warga Loloda Utara pada 10 Desember 2025 yang diduga tidak sempat mendapatkan penanganan medis setelah perjalanan menuju RSUD Tobelo terhambat banjir dan buruknya akses jalan dari wilayah Puskesmas Dorume.

Selain berdampak pada keselamatan masyarakat, kerusakan jalan juga disebut menjadi salah satu penyebab meningkatnya tarif angkutan umum yang membebani perekonomian warga.

Di akhir pernyataannya, Erik menegaskan GMNI Halmahera Utara akan terus mengawal sekaligus mengingatkan Pemerintah Provinsi Maluku Utara agar konsisten merealisasikan komitmen pembangunan jalan dan jembatan di Kecamatan Loloda Utara demi terwujudnya pemerataan pembangunan dan keadilan bagi masyarakat (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *