Hari Mangrove Sedunia 2026, PT NHM dan Pemkab Halut Perkuat Komitmen Jaga Pesisir Kao

Uncategorized37 Dilihat

Marahaipost.com || Peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 di Kabupaten Halmahera Utara tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara bersama PT Nusa Halmahera Minerals (NHM), TNI, Polri, aparat penegak hukum, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga pegiat lingkungan kembali menegaskan komitmen menjaga ekosistem pesisir melalui aksi penanaman mangrove di Kawasan Ekonomik Esensial (KEE) Desa Kao, Kecamatan Kao, Selasa (28/07/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 10.25 WIT itu dihadiri sekitar 80 peserta. Hadir mewakili Bupati Halmahera Utara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Yudihard Noya, Kepala Teknik Tambang PT NHM Rara Dodo Lawolo, unsur TNI-Polri, Kejaksaan Negeri Halmahera Utara, Camat Kao, para kepala desa se-Kecamatan Kao, jajaran PT NHM, serta pegiat lingkungan.

Dalam sambutannya, Kepala Teknik Tambang PT NHM, Rara Dodo Lawolo, menegaskan bahwa pelestarian mangrove merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan lingkungan di tengah aktivitas pertambangan.

Menurutnya, kawasan yang kini kembali ditanami merupakan lokasi yang tiga tahun lalu juga telah menjadi sasaran rehabilitasi mangrove oleh PT NHM bersama para pemangku kepentingan. Hasilnya, pohon-pohon mangrove yang ditanam saat itu kini tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi ekosistem pesisir.

“Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat mampu menghasilkan dampak positif bagi lingkungan. Mangrove bukan sekadar penghijauan, tetapi investasi jangka panjang untuk melindungi pesisir dari abrasi, menjaga habitat biota laut, dan mewariskan lingkungan yang sehat bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Rara juga menegaskan bahwa PT NHM tidak hanya fokus menjalankan operasional pertambangan sesuai regulasi, tetapi juga terus berupaya memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan di Kabupaten Halmahera Utara.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Utara, Yudihard Noya, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi Menteri Lingkungan Hidup kepada seluruh pemerintah daerah untuk memperkuat rehabilitasi ekosistem mangrove di Indonesia.

Ia menjelaskan, penanaman mangrove telah dilaksanakan secara bertahap di sejumlah wilayah Halmahera Utara, mulai dari Kecamatan Galela, Desa Kupa-Kupa di Tobelo, hingga puncaknya digelar di Kecamatan Kao.

“Kami melihat langsung hasil penanaman mangrove yang dilakukan sekitar tiga tahun lalu. Pertumbuhannya sangat baik. Ini membuktikan bahwa kerja sama semua pihak mampu menjaga kawasan pesisir secara berkelanjutan,” katanya.

Yudihard mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah kecamatan, dunia usaha, TNI, Polri, serta komunitas lingkungan untuk terus menjaga kawasan mangrove agar manfaat ekologisnya tetap dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan aksi penanaman mangrove di kawasan KEE Kao.

Peringatan Hari Mangrove Sedunia yang diperingati setiap 26 Juli menjadi momentum memperkuat kesadaran kolektif bahwa mangrove memiliki fungsi strategis sebagai pelindung garis pantai dari abrasi, penyerap karbon, habitat berbagai biota laut, sekaligus benteng alami dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir di Kabupaten Halmahera Utara.Jika diinginkan, saya juga dapat membuat versi yang lebih investigatif dan bernuansa headline portal nasional dengan fokus pada komitmen lingkungan PT NHM dan keberlanjutan rehabilitasi mangrove di Halmahera Utara. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *