Marahaipost.com || Pengusaha lokal Kristian Wusian, yang akrab disapa Kian, dengan tegas membantah tudingan yang menyebut dirinya mendominasi paket pekerjaan pembangunan pada Tahun Anggaran 2025–2026 di Kabupaten Halmahera Utara. Isu yang berkembang di masyarakat menyatakan bahwa sejumlah proyek diduga dikuasai dan diarahkan khusus kepada pihak-pihak yang memiliki hubungan dekat maupun kekerabatan dengan Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua.
Menanggapi tuduhan tersebut, Kian menjelaskan bahwa dirinya hanya mengerjakan jenis pekerjaan yang memang sesuai dengan kemampuan dan spesifikasi teknis perusahaannya, terutama pembangunan jalan beraspal panas (hotmix). Jenis pekerjaan ini secara khusus membutuhkan peralatan berat seperti pabrik aspal atau Asphalt Mixing Plant (AMP) serta peralatan pendukung lainnya yang tidak semua kontraktor miliki.
“Kami ikut berpartisipasi sesuai dengan aturan dan mekanisme tender yang berlaku. Karena perusahaan kami memenuhi syarat teknis dan administrasi, serta penawaran yang diajukan dinilai paling tepat, maka kami yang ditetapkan sebagai pemenang tender. Semuanya berjalan transparan dan mengikuti prosedur resmi yang ditetapkan,” jelas Kian saat dikonfirmasi di Tobelo, Selasa (14/7/2026).
Ia juga memperjelas besaran nilai proyek yang telah diraih perusahaannya. Menurutnya, total nilai pekerjaan jalan hotmix yang dikerjakan tidak melebihi angka Rp5 Miliar, dan tersebar di beberapa titik lokasi di wilayah Halmahera Utara. Jika dibandingkan dengan pengusaha lainnya, masih banyak rekanan yang mendapatkan volume dan nilai proyek jauh lebih besar daripada yang ia kerjakan.
“Perlu diketahui, saat ini ada dua unit AMP di wilayah Halmahera Utara. Kenapa hanya nama saya saja yang diangkat dan disorot, sementara pengusaha lain yang juga mengerjakan proyek jalan hotmix dengan nilai jauh lebih besar tidak dibahas? Saya menduga ada pihak tertentu yang tidak senang dengan perkembangan usaha kami, sehingga sengaja menyebarkan isu ini untuk memperburuk nama baik saya di mata masyarakat,” ujarnya dengan nada kecewa.
Terkait tuduhan kedekatan pribadinya dengan Bupati Piet Hein Babua, Kian mengakui memang keduanya berteman baik. Namun, ia menegaskan persahabatan tersebut sudah terjalin jauh sebelum Piet Hein Babua menjabat sebagai Bupati Halmahera Utara. Ia menegaskan, hubungan pertemanan tersebut tidak pernah digunakan sebagai alat untuk memanipulasi proses lelang atau mendapatkan kemudahan khusus.
“Jadi kami ikut tender murni karena kemampuan perusahaan dan kesesuaian spesifikasi teknis, bukan karena kedekatan dengan bupati lalu langsung ditunjuk. Tidak ada arahan dari pihak manapun agar proyek diberikan kepada kami. Semuanya berjalan kompetitif sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya kembali.
Selain menanggapi isu proyek saat ini, Kian juga membuka suara terkait keterlibatan namanya dalam dugaan korupsi yang menjerat mantan Gubernur Maluku Utara dan sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia menyatakan dirinya justru menjadi salah satu pihak yang dirugikan dalam kasus tersebut, bukan pelaku.
“Berdasarkan fakta yang terungkap selama persidangan, saya sama sekali tidak pernah merugikan keuangan negara. Sering disebut-sebut soal suap, padahal tidak ada bukti sah saya melakukan hal itu. Bahkan sebaliknya, hingga saat ini masih ada tagihan pembayaran pekerjaan saya di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara yang nilainya mencapai milyaran rupiah belum dilunasi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, “Ada juga dana sebesar Rp2,8 Miliar yang sempat dituduhkan sebagai uang suap oleh KPK, ternyata tuduhan itu tidak benar. Dana tersebut justru merupakan pinjaman dari saya kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Berdasarkan hasil putusan pengadilan tingkat pertama saya menang, kemudian saat Pemprov mengajukan banding ke Mahkamah Agung pun ditolak. Namun sampai hari ini, dana tersebut belum juga dikembalikan kepada saya.”
Kian berharap masyarakat dapat melihat fakta secara objektif dan tidak mudah terprovokasi isu yang belum jelas kebenarannya. Ia juga berkomitmen untuk tetap mematuhi seluruh aturan pengadaan barang dan jasa serta menyelesaikan pekerjaan yang diembannya dengan kualitas terbaik (*)








