Marahaipost.com || Isu dugaan ketidakkompakan di pucuk pimpinan Kabupaten Halmahera Utara kini memunculkan dua pandangan yang berbeda. Di satu sisi, sejumlah anggota DPRD menyoroti adanya dugaan rekayasa pihak ketiga yang menggerus citra daerah dan kepercayaan investor. Di sisi lain, pemerintah daerah melalui juru bicaranya membantah tegas hal tersebut dan menegaskan hubungan Bupati serta Wakil Bupati berjalan baik.
Isu yang kian mengemuka menyebutkan adanya jurang hubungan antara Bupati Dr Piet Hein Babua dan Wakil Bupati Dr Kasman Hi Ahmad. Fenomena ini diduga bukan murni perbedaan pandangan kerja, melainkan hasil rekayasa serta campur tangan pihak ketiga baik oknum orang dekat, kalangan internal birokrasi, maupun mantan tim sukses yang justru berpotensi merusak nama baik daerah dan menggerus kepercayaan penanam modal.
Beberapa nama yang disebut-sebut berada di balik gejolak tersebut antara lain KM atau akrab disapa Karmel, HB yang dikenal sebagai Hard, serta sejumlah oknum pejabat lainnya yang diduga sengaja memainkan isu untuk memperlebar jarak antara kedua pemimpin daerah.
Sorotan tajam disampaikan secara bersama-sama oleh empat anggota DPRD Kabupaten Halmahera Utara lintas fraksi: Janlis G. Kitong (Partai Demokrat), Irwan Jam (PDIP), Fahmi Musa (PKB), dan Nursulaiman Hamid (NasDem).
Janlis mengaku sangat heran melihat pola kejadian yang terasa tidak wajar. Ia menunjuk momen mencurigakan saat Wakil Bupati berada di luar daerah, tiba-tiba muncul penyebaran selebaran, flayer, hingga aksi di Jakarta yang isinya secara terang-terangan mendiskreditkan Bupati Piet Hein Babua.
“Apakah semua ini sudah disetting dan direncanakan dari awal? Hal ini menjadi tanda tanya besar bagi kami dan masyarakat luas,” ujar Janlis di Alun-Alun Tobelo, Sabtu (11/07/2026).
Ia mengingatkan, ketegangan di pucuk pimpinan bukan sekadar urusan pribadi, melainkan berdampak langsung pada kelancaran roda pemerintahan, pelayanan publik, serta citra Halmahera Utara di mata nasional.
“Ketidakkompakan ini bisa memunculkan persepsi negatif yang sangat buruk. Orang akan menilai daerah kita penuh instabilitas politik dan ketidakpastian hukum. Jika pemerintah tidak terlihat kompak, bagaimana investor bisa percaya menanamkan modal di sini? Kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah pun perlahan akan runtuh,” tegasnya.
Oleh karena itu, Janlis berharap Bupati, Wakil Bupati, maupun pihak-pihak yang diduga memanaskan situasi segera menyadari kedudukan dan tugas masing-masing. “Berhentilah memperlebar jurang perpecahan, tinggalkan kepentingan pribadi, mari kita fokus bekerja membangun Halmahera Utara,” pungkasnya.
Pemerintah Daerah : Hubungan Bupati dan Wakil Bupati Tetap Baik
Menanggapi isu yang berkembang, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfosan) sekaligus Juru Bicara Pemerintah Daerah, Yandre Sumtaki, memberikan klarifikasi resmi. Ia membantah tegas adanya keretakan hubungan antara Bupati Dr. Piet Hein Babua, M.Si, dan Wakil Bupati Dr. Kasman Hi Ahmad, S.Ag.
“Isu keretakan hubungan itu tidak benar. Kondisi mereka baik-baik saja, dan keduanya tetap fokus menjalankan tugas masing-masing dalam memutar roda pemerintahan,” tegas Yandre Sumtaki.
Ia menjelaskan informasi yang beredar tidak akurat dan tidak mencerminkan kondisi nyata. Hingga saat ini, kedua pemimpin daerah terus bekerja secara profesional sesuai kewenangan, serta memiliki komitmen yang sama untuk mewujudkan visi misi pembangunan dan memastikan seluruh program prioritas berjalan sesuai rencana.
Ia juga mengajak masyarakat menyikapi informasi dengan bijak dan tidak mudah terprovokasi. Fokus utama saat ini adalah meningkatkan pelayanan publik, memperkuat perekonomian, dan menyejahterakan masyarakat. Seluruh jajaran birokrasi tetap bekerja sinergis, dan diharapkan dukungan masyarakat demi terciptanya suasana kondusif serta terwujudnya Halmahera Utara yang maju, sejahtera, dan berdaya saing. (*)








