Ketua Umum ESI Halut Minta PLN UP3 Sofifi Tidak Gunakan Influencer yang Diduga Menghina Budaya Togale

Berita624 Dilihat

Marahaipost. com || Ketua Umum ESI Halmahera Utara, Devid Marthin, meminta Pengurus Provinsi ESI Maluku Utara untuk menyampaikan kepada PLN UP3 Sofifi agar tidak menggunakan jasa influencer Tete Ko alias Muhammad Rahman dalam kegiatan Tournament Mobile Legends PLN UP3 Sofifi Tahun 2026 sebagai caster Offline.

Permintaan tersebut disampaikan menyusul beredarnya video siaran langsung yang diduga memuat tindakan yang dianggap melecehkan dan menghina nilai-nilai adat serta budaya masyarakat Togale, yang merupakan salah satu kelompok masyarakat terbesar di Kabupaten Halmahera Utara.

Menurut Devid Marthin (tokoh muda Halmahera Utata yang dijuluki Presiden Pemuda Halmahera Utara ) masyarakat Halmahera Utara selama ini menjunjung tinggi nilai-nilai adat, budaya, serta kearifan lokal yang diwariskan oleh para leluhur. Karena itu, setiap tindakan yang dianggap merendahkan identitas budaya daerah berpotensi menimbulkan keresahan dan melukai perasaan masyarakat.

“Kami menghormati asas praduga tak bersalah dan menyerahkan seluruh proses kepada pihak yang berwenang. Namun sebagai organisasi yang lahir dan berkembang di tengah masyarakat Halmahera Utara, kami memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan pentingnya penghormatan terhadap adat dan budaya daerah,” ujar suami dari Anggota DPRD Halmahera Utara Ns. Mariane Priska Tadjibu. S.Kep ini.

Devid yang juga merupakan Ketua KNPI Halmahera Utara menegaskan bahwa dunia esports tidak hanya berbicara tentang kompetisi dan prestasi, tetapi juga tentang pembentukan karakter, etika, dan penghormatan terhadap nilai-nilai sosial yang hidup dalam masyarakat.

“Esports harus menjadi ruang yang inklusif, edukatif, dan menghormati keberagaman budaya. Setiap figur publik yang dilibatkan dalam kegiatan resmi seharusnya menjadi contoh yang baik bagi generasi muda,” lanjutnya.

Devid berharap PLN UP3 Sofifi dan seluruh pihak penyelenggara dapat mempertimbangkan aspek sosial, budaya, dan sensitivitas masyarakat dalam menentukan pihak-pihak yang dilibatkan dalam kegiatan publik, khususnya kegiatan yang melibatkan generasi muda dan komunitas esports.

Lebih lanjut, ESI Halmahera Utara mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga situasi yang kondusif, tidak terprovokasi, serta mengedepankan penyelesaian persoalan melalui mekanisme hukum, adat, dan dialog yang bermartabat.

Pada prinsipnya, ESI Halmahera Utara tetap mendukung penuh pelaksanaan Tournament Mobile Legends PLN UP3 Sofifi Tahun 2026 sebagai wadah pengembangan bakat dan prestasi generasi muda Maluku Utara di bidang esports. Namun penghormatan terhadap adat, budaya, dan identitas masyarakat lokal harus tetap menjadi landasan dalam setiap penyelenggaraan kegiatan publik.

“Kemajuan teknologi dan esports tidak boleh membuat kita kehilangan penghormatan terhadap akar budaya dan jati diri masyarakat. Budaya adalah kehormatan, dan kehormatan wajib dijaga bersama.” Tutup Devmasyarakat (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *