Marahaipost.com || Kasus kehilangan ternak sapi dalam beberapa pekan terakhir mulai meresahkan warga Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara (Halut). Kondisi itu memperkuat desakan masyarakat agar pembangunan Polsek Kao Barat segera direalisasikan untuk memperkuat pengawasan dan pelayanan keamanan di wilayah tersebut.
Aspirasi itu disampaikan masyarakat dalam kegiatan Satu Hari Bersama Masyarakat yang digelar Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu, S.I.K., M.H., di Bumdes Soahukum, Kecamatan Kao Barat, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kasat Lantas Iptu Moch Thilio Bintang Onasis, S.Tr.K., Kapolsek Kao Ipda Iskandar A. Tjiuda, serta Kasubsektor Kao Barat Ipda Abrianto MP Mintabae, S.H.
Forum tersebut menjadi ruang bagi pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan warga untuk menyampaikan langsung persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Camat Kao Barat, Abihut Jawali, S.P., mengapresiasi kedatangan Kapolres Halut. Ia mengatakan, meski telah beberapa kali terjadi pergantian Kapolres, baru kali ini Kapolres dapat berkunjung langsung ke Kecamatan Kao Barat.
Menurut Abihut, kondisi Kamtibmas di wilayahnya secara umum masih aman dan kondusif. Situasi tersebut tidak terlepas dari keberadaan personel Subsektor Kao Barat yang selama ini memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Namun, luas wilayah dan kondisi geografis Kao Barat membuat kebutuhan peningkatan status kelembagaan kepolisian dinilai semakin mendesak.
“Kami berharap agar secepatnya dapat dibangun Polsek Kao Barat sehingga masyarakat tidak lagi memerlukan biaya yang besar hanya untuk mendapatkan pelayanan dari pihak kepolisian,” ujar Abihut.
Kepala Desa Soahukum, Remer Hein S., juga mengapresiasi keberadaan personel Subsektor Kao Barat. Menurutnya, anggota kepolisian selama ini aktif berada di tengah masyarakat, bahkan hingga larut malam.
“Peran anggota Subsektor Kao Barat dalam hal ini Kasubsektor sangat luar biasa. Beliau sering berada di tempat ini bahkan hingga larut malam dan inilah wujud nyata Polri hadir di tengah masyarakat,” katanya.
Meski demikian, masyarakat menilai kehadiran personel di tingkat subsektor perlu diperkuat dengan pembangunan Polsek sebagai institusi kepolisian yang memiliki cakupan pelayanan lebih memadai.
Desakan itu semakin kuat setelah sejumlah warga mengalami kehilangan ternak sapi dalam beberapa pekan terakhir.
Perwakilan pemuda Kecamatan Kao Barat, Feldi Hadi, mengatakan kasus tersebut menjadi keresahan tersendiri bagi masyarakat. Terlebih, Kao Barat memiliki akses yang menghubungkan wilayah Halmahera Utara dengan Halmahera Barat.
“Beberapa pekan lalu sempat terjadi kehilangan ternak sapi. Ini menjadi sebuah keresahan karena Kecamatan Kao Barat terhubung akses dengan dua kabupaten,” ungkap Feldi.
Perwakilan tokoh agama, Imam Hanafi, mengungkapkan hal senada. Ia mengatakan masyarakat Kao Barat yang telah menetap sejak program transmigrasi 1992 selama ini relatif hidup aman dan harmonis.
Namun, kasus pencurian sapi menjadi perhatian serius karena cara pelaku menjalankan aksinya diduga cukup leluasa.
Menurut Imam, sapi yang hilang diduga disembelih dan dipotong di lokasi sebelum bagian tubuhnya dibawa pergi. Sementara itu, pemilik ternak hanya menemukan bagian kulit hewan tersebut.
“Hal ini menandakan pelaku punya ruang dan waktu yang cukup leluasa untuk menjalankan aksinya hingga tidak ketahuan,” ujarnya.
Karena itu, masyarakat meminta pembangunan Polsek Kao Barat tidak lagi sekadar menjadi wacana, tetapi segera didorong melalui mekanisme pengusulan secara berjenjang.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu mengatakan pembangunan Polsek Kao Barat sebenarnya telah masuk dalam usulan kepolisian sejak sekitar dua tahun lalu.
Bahkan, kata Erlichson, usulan tersebut telah disampaikan sebelum dirinya menjabat sebagai Kapolres Halut.
“Kami sudah mengusulkan hal itu sejak dua tahun lalu dan itu sebelum saya menjabat sebagai Kapolres,” kata Erlichson.
Namun, ia menjelaskan realisasi pembangunan Polsek tidak hanya bergantung pada kebutuhan wilayah, tetapi juga membutuhkan dukungan anggaran. Sebab, usulan pembangunan Polsek juga datang dari sejumlah wilayah lain.
“Kita tahu bersama bahwa di negara kita ini banyak juga yang mengusulkan pembangunan Polsek dan itu membutuhkan anggaran. Kita sama-sama berdoa agar supaya secepatnya dibangun Polsek Kao Barat,” ujarnya.
Terkait kasus kehilangan ternak, Erlichson meminta masyarakat tidak berhenti pada keluhan, tetapi segera membuat laporan resmi kepada kepolisian agar dapat ditindaklanjuti secara hukum.
“Untuk masyarakat yang kehilangan hewan ternak agar dibuatkan laporan polisi sehingga menjadi dasar untuk mengambil langkah penegakan hukum,” tegasnya.
Erlichson menambahkan, kegiatan Satu Hari Bersama Masyarakat merupakan bagian dari pelaksanaan tujuh program Kapolda Maluku Utara. Program tersebut menjadi sarana kepolisian menyerap langsung aspirasi, keluhan, serta kebutuhan masyarakat di wilayah hukum Polres Halut.
Usai kegiatan, Kapolres bersama rombongan meninjau bangunan Kantor Subsektor Kao Barat
Peninjauan tersebut menjadi kesempatan bagi jajaran Polres Halut melihat langsung kondisi fasilitas kepolisian yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan Kamtibmas bagi masyarakat Kecamatan Kao Barat (*)








