PT NICO di Mata Pejabat: Hilirisasi Kelapa dan Harapan Baru Ekonomi Halmahera Utara, Malut

Berita540 Dilihat

Marahaipost.com || PT Natural Indococonut Organik (PT NICO) menjadi salah satu perusahaan yang mendapat perhatian dalam pengembangan industri dan hilirisasi komoditas kelapa di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara.

Perusahaan yang berlokasi di Desa Kupa-Kupa, Kecamatan Tobelo Selatan, ini bergerak dalam pengolahan produk berbahan baku kelapa.

PT NICO didirikan pada 2019 dengan memulai pembangunan fisik pabrik berjalan sekitar 2020 di atas lahan seluas kurang lebih 22 hektare.

Setelah melalui proses pembangunan dan pengembangan fasilitas produksi, PT NICO mulai diresmikan pada 2024. Perusahaan ini mengusung visi menjadi produsen terkemuka produk kelapa alami dan sehat dengan memadukan perkebunan kelapa alami dan teknologi inovatif untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi serta ramah lingkungan.

Sementara misinya adalah menyehatkan dunia melalui makanan dan minuman alami berkualitas tinggi, sekaligus membudayakan konsumsi makanan yang lebih baik dan sehat.

Dalam perkembangannya, PT NICO mendapat perhatian dari sejumlah pejabat nasional maupun daerah. Pabrik tersebut pernah dikunjungi Menteri Pertanian RI Andi Amran Soleman, Menteri Transmigrasi RI Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk Indonesia Wang Lutong, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua, serta sejumlah pejabat lainnya.

Kunjungan tersebut menunjukkan besarnya perhatian terhadap potensi komoditas kelapa sekaligus peluang pengembangan industri hilir di Halmahera Utara.

Humas (Juru Bicara) PT NICO, Decky Tawaris

Kunjungan Menteri Pertanian Andi Amran Soleman 

Kunjungan Menteri Pertanian ke Pabrik Produksi Pengolahan Buah Kelapa serta turunannya di PT.NICO Desa Kupa Kupa kecamatan Tobelo Selatan, yang juga sebagai bentuk perwujudan Program Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Tentang Hilirisasi Kelapa, mendapat Apresiasi dari General Manager PT.NICO Nanang Rismadi, Senin (27/10/2025).

Menteri Pertanian Andi Amran Soleman dalam kesempatan tersebut menyampaikan juga terima kasih dan apresiasi kepada PT.NICO yang telah hadir di Halmahera Utara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Halmahera Utara terutama Petani Kelapa.

“Atas nama Pemerintah Pusat dan Presiden Prabowo Subianto, kami sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pihak PT.NICO atas kehadiran di Halmahera Utara sehingga masyarakat Halmahera Utara dapat meningkatkan pendapatan ekonomi terutama bagi petani kelapa,” ucapnya.

Ia juga mengatakan sebagai dukungan terhadap masyarakat Halmahera Utara dan mendukung program presiden Prabowo Subianto dibidang Pertanian, Kementerian Pertanian akan memberikan bantuan berupa bibit kelapa untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat Tani di Halmahera Utara.

Menteri Transmigrasi: Kapasitas Produksi Akan Dikembangkan

Menteri Transmigrasi RI Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengaku kagum setelah melihat langsung aktivitas produksi PT NICO. Ia memantau proses pengolahan buah kelapa sebagai bahan baku hingga menjadi produk olahan.

Menurutnya, pemerintah pusat memiliki komitmen untuk mendukung pengembangan industri kelapa di Halmahera Utara, termasuk rencana pembangunan pabrik kedua PT NICO dengan kapasitas produksi yang lebih besar.

Saat ini, kapasitas produksi PT NICO disebut mencapai sekitar 500 ribu hingga 600 ribu butir kelapa per hari, dan mempekerjakan sekitar 4000 an kariawan.

“Selain memperkuat hilirisasi kelapa, pemerintah juga mendorong peningkatan infrastruktur pendukung, akses logistik dengan membangun jalan produksi, serta pengembangan fasilitas ekspor guna meningkatkan daya saing produk kelapa Indonesia di pasar global,” jelas Muhammad Iftitah dalam kunjungannya.

Dubes RRT Dorong Kerja Sama Investasi

Sementara itu, Duta Besar RRT untuk Indonesia Wang Lutong menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dan daerah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Menurut Wang, Pemerintah Tiongkok siap terus memperkuat kerja sama yang memberikan manfaat bagi kedua negara, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kunjungan ini menjadi momentum strategis dalam mendorong investasi, memperkuat hilirisasi komoditas kelapa, membuka lapangan kerja, serta mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Halmahera Utara dan Maluku Utara secara umum,” ujarnya.

 

Sherly Soroti Peremajaan Kelapa

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menilai sumber daya alam Halmahera Utara, khususnya komoditas kelapa, memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara maksimal.

“Kami dari Pemerintah Provinsi sangat mendukung kegiatan potential mapping PT NICO mengenai potensi kelapa dalam jangka panjang,” kata Sherly.

Ia mengungkapkan, dirinya telah berkomunikasi dengan jajaran direksi PT NICO di Jakarta mengenai pentingnya program peremajaan tanaman kelapa.

Menurutnya, pohon kelapa yang sudah berusia tua tidak lagi menghasilkan buah dengan kualitas yang sesuai kebutuhan perusahaan. Karena itu, program peremajaan perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah maupun PT NICO.

“Semoga sinergi apik Pemerintah dan PT NICO semakin meningkatkan valuasi ekonomi di Halmahera Utara, khususnya bagi para petani kelapa,” pungkas Sherly.

Piet Hein: PT NICO Diharapkan Dongkrak Kesejahteraan Petani

Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua dalam sambutannya mengatakan Halut memiliki potensi sumber daya alam kelapa yang melimpah.

Namun, potensi tersebut menurutnya belum sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan petani kelapa.

“Di sinilah PT NICO hadir untuk membantu mendongkrak kesejahteraan petani kelapa dan juga bagi daerah ikut mendorong akselerasi ekonomi di Halmahera Utara,” kata Piet.

Ia menyampaikan apresiasi kepada PT NICO atas kerja sama yang telah terjalin selama ini.

Piet juga telah menginstruksikan Kepala Dinas Pertanian untuk melakukan pendataan jumlah petani, jumlah pohon kelapa, sekaligus melakukan pemetaan terhadap tanaman kelapa yang sudah tidak produktif untuk selanjutnya masuk dalam program peremajaan.

Ia berharap PT NICO dapat melakukan ekspansi wilayah perkebunan kelapa sehingga manfaat kehadiran industri tersebut semakin dirasakan masyarakat, terutama para petani.

“Sinergi kolaborasi diperlukan bersama dalam hal akselerasi ekonomi rakyat,” tutup Piet.

Hilirisasi dan Masa Depan Kelapa Halut

Berbagai pandangan para pejabat tersebut memperlihatkan bahwa keberadaan PT NICO tidak hanya dipandang sebagai investasi di sektor industri pengolahan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya mendorong hilirisasi komoditas kelapa di Halmahera Utara.

Dengan dukungan pemerintah, pengembangan infrastruktur, peningkatan kapasitas produksi, program peremajaan tanaman, serta penguatan kemitraan dengan petani, industri kelapa di Halmahera Utara memiliki peluang untuk memberikan nilai tambah yang lebih besar.

Tantangannya adalah memastikan pertumbuhan industri tersebut berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan petani sebagai pemasok bahan baku utama. Diakui bahwa dalam pertumbuhan dan pengembangan industri tidak sedikit tantangan yang di hadapi dalam hal Regulasi yang berlaku, menghadapi dinamika pasar, pengaruh dinamika globalisasi baik aspek geopolitik, maupun kompetisi pasar, semua ini menjadi tantangan yang tidak mudah dihadapi, karnanya membutuhkan sinergitas dari semua pemangku kepenting,

Jika sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan petani dapat diperkuat, komoditas kelapa tidak lagi hanya dipandang sebagai bahan mentah, tetapi dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi baru bagi Halmahera Utara dan Maluku Utara (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *