Harapan di Tengah Perjuangan Micael Tahe, Sentuhan Kemanusiaan Haji Robert untuk Balita Asal Halut

Berita169 Dilihat

Marahaipost.com || Di usia yang seharusnya dipenuhi tawa dan keceriaan, Micael Tahe justru harus berjuang menghadapi penyakit yang menggerogoti tubuh mungilnya.

Balita berusia 1 tahun 7 bulan asal Desa WKO, Kecamatan Tobelo Tengah, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara, itu kini tengah menjalani perjuangan panjang untuk mendapatkan kesembuhan. Penyakit paru-paru yang dideritanya membuat Micael harus mendapatkan penanganan medis lebih lanjut di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou, Manado, Sulawesi Utara.

Kondisinya bukan perkara ringan. Berat badan Micael dilaporkan terus menurun hingga tersisa sekitar 5 kilogram. Tubuh mungil yang seharusnya tumbuh sehat seperti anak-anak seusianya itu harus bertahan di tengah proses pengobatan.

Sebelum dirujuk ke Manado, Micael sempat menjalani perawatan selama dua pekan di RSUD Tobelo dengan bantuan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara. Namun, kondisi kesehatannya membutuhkan penanganan lanjutan di rumah sakit rujukan.

Di tengah kecemasan sebagai orang tua, Meykriven Tahe harus menghadapi kenyataan bahwa pengobatan anaknya tidak bisa lagi hanya dilakukan di daerah sendiri. Ada perjalanan panjang yang harus ditempuh, disertai kebutuhan biaya pengobatan, transportasi, hingga tempat tinggal selama berada di luar daerah.

Bagi Meykriven, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh lepas, situasi tersebut tentu menjadi beban berat. Namun, di tengah keterbatasan ekonomi, sebuah uluran tangan datang membawa harapan baru bagi keluarganya.

Melalui perintah Presiden Direktur PT Nusa Halmahera Minerals (NHM), Haji Robert Nitiyudo Wachjo, tim Hi Robert Peduli Kesehatan Masyarakat (HRP Kesmas) memberikan bantuan untuk mendukung pengobatan Micael di Manado.

Bantuan tersebut bukan sekadar dukungan materi. Bagi keluarga Meykriven, kehadiran HRP Kesmas menjadi bukti bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi masa sulit ini.

Dengan nada penuh haru, Meykriven menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Bupati Halmahera Utara, khususnya Haji Robert dan seluruh tim NHM Peduli yang telah membantu pengobatan anaknya.

“Sebagai orang tua, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bupati Halmahera Utara, dan terkhusus Bapak Haji Robert serta seluruh tim NHM Peduli. Ketika anak kami membutuhkan pengobatan, bantuan yang diberikan telah membuka harapan bagi keluarga kami,” ungkap Meykriven, Jumat (30/10/2026).

Ia mengaku, bantuan yang diterima sangat berarti bagi keluarganya. Tidak hanya membantu kebutuhan pengobatan, tetapi juga transportasi dan tempat tinggal selama mendampingi Micael menjalani perawatan di Manado.

Sebagai seorang buruh lepas, Meykriven menyadari bahwa memenuhi seluruh kebutuhan pengobatan anaknya bukanlah perkara mudah. Karena itu, bantuan tersebut menjadi kekuatan tersendiri bagi keluarganya untuk tetap bertahan dan berharap pada kesembuhan Micael.

“Kami tidak tahu bagaimana membalas semua kebaikan Bapak Haji Robert. Bagi kami, bantuan ini sangat luar biasa dan tidak ternilai harganya. Kami hanya bisa berdoa semoga Tuhan membalas segala kebaikan beliau dengan kesehatan, umur yang berkah, rezeki yang melimpah, serta perlindungan dalam setiap langkahnya,” tuturnya.

Kisah Micael menjadi gambaran bahwa di balik setiap keluarga yang berjuang menghadapi persoalan kesehatan, ada kebutuhan besar terhadap dukungan dan kepedulian sesama.

Bagi keluarga kecil Meykriven, bantuan yang diberikan Haji Robert melalui HRP Kesmas bukan hanya meringankan beban ekonomi. Lebih dari itu, bantuan tersebut menghadirkan kesempatan bagi Micael untuk mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan.

Meykriven berharap kepedulian Haji Robert melalui NHM Peduli terus berlanjut. Ia ingin semakin banyak keluarga kurang mampu yang menghadapi persoalan kesehatan mendapatkan kesempatan serupa untuk memperoleh pengobatan yang layak.

“Kebaikan ini akan selalu kami kenang. Bagi keluarga kami, ini adalah anugerah yang sangat besar. Terima kasih, Bapak Haji Robert, karena telah memberikan harapan bagi kesembuhan anak kami,” tambahnya.

Perjuangan Micael masih terus berjalan. Di tengah proses pengobatan yang harus dijalani, keluarga hanya menyimpan satu harapan sederhana: melihat Micael kembali sehat, tumbuh, dan menikmati masa kecilnya.

Sebab bagi seorang ayah, tidak ada kebahagiaan yang lebih besar selain melihat anaknya kembali tersenyum dan tumbuh sehat. Dan di tengah perjuangan itu, sebuah kepedulian telah hadir, menjadi bagian dari harapan keluarga kecil dari Desa WKO (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *