Richard Tjia, Mantri BRI Morotai yang Menembus 10 Mantri Story di Jambore BRI 2026

Dedikasi Tujuh Tahun Mendampingi UMKM dan Menjaga Kualitas Kredit

Berita748 Dilihat

Marahaipost.com|| Di balik tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ada sosok yang tidak hanya hadir menawarkan akses permodalan, tetapi juga berupaya memastikan usaha masyarakat dapat bertahan dan berkembang. Salah satunya adalah Richard Tjia atau biasa dipanggil Icat, Mantri BRI Unit Morotai, BRI Cabang Tobelo, Maluku Utara, yang berhasil masuk dalam jajaran 10 Mantri Story pada ajang Jambore Mantri BRI 2026.

Pencapaian tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Richard selama tujuh tahun mengabdi di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Baginya, menjadi seorang Mantri bukan sekadar menyalurkan kredit kepada pelaku usaha, melainkan menjalankan tanggung jawab untuk mendukung pertumbuhan usaha masyarakat secara berkelanjutan.

10 Mantri Story merupakan sesi apresiasi dalam rangkaian Jambore Mantri BRI 2026 yang menghadirkan kisah-kisah inspiratif para Mantri dari berbagai daerah di Indonesia. Sesi ini menjadi panggung untuk mengangkat dedikasi dan kontribusi para tenaga pemasar mikro dalam mendukung pemberdayaan UMKM.

Jambore Mantri BRI 2026 untuk wilayah Cluster Timur tersebut diselenggarakan di Denpasar, Bali. Terpilihnya Richard dalam jajaran 10 Mantri Story membawa kisah pengabdian dari Morotai, Maluku Utara, ke panggung apresiasi bagi insan BRI.

Selama tujuh tahun menjalankan tugas sebagai Mantri BRI, Richard memahami bahwa keberhasilan pembiayaan mikro tidak semata-mata diukur dari besarnya kredit yang disalurkan. Ketepatan pemberian kredit, kemampuan nasabah mengelola pinjaman, dan keberlanjutan usaha menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.

“Seorang Mantri harus memastikan setiap kredit diberikan secara tepat, sesuai kebutuhan dan kemampuan calon debitur, serta berpedoman pada ketentuan yang berlaku,” ujar Richard, Minggu (11/10/2026).

Menurutnya, prinsip kehati-hatian merupakan fondasi penting untuk menjaga kualitas kredit sekaligus mendukung keberlangsungan usaha nasabah. Kredit yang diberikan melalui proses analisis yang tepat diharapkan mampu menjadi modal produktif, bukan justru menambah beban bagi pelaku usaha.

Namun, tanggung jawab seorang Mantri tidak berhenti setelah kredit dicairkan. Pendampingan dan pemantauan terhadap perkembangan usaha serta kualitas pembayaran nasabah juga menjadi bagian penting dari pekerjaan tersebut.

Bagi Richard, menjaga kualitas kredit harus berjalan beriringan dengan membangun hubungan baik bersama nasabah. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, perkembangan usaha dapat dipantau dan kendala yang berpotensi memengaruhi kemampuan pembayaran bisa diketahui lebih awal.

Pendekatan tersebut menempatkan Mantri bukan hanya sebagai tenaga pemasar perbankan, tetapi juga sebagai mitra bagi pelaku UMKM dalam menjalankan dan mengembangkan usaha mereka.

Di wilayah Morotai, akses terhadap pembiayaan menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung masyarakat dalam memperbesar skala usaha, menambah modal kerja, maupun mengembangkan kegiatan ekonomi produktif.

Melalui BRI Unit Morotai, Richard turut mengambil bagian dalam upaya mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat. Pembiayaan yang tepat diharapkan dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pemasaran, serta memperkuat perekonomian keluarga.

Richard mengatakan, BRI Cabang Tobelo, khususnya Unit Morotai, siap membantu masyarakat melalui layanan pembiayaan bagi pelaku UMKM dan sektor usaha lainnya, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta mematuhi ketentuan perbankan yang berlaku.

“Setiap usaha memiliki kebutuhan dan tantangan yang berbeda. Karena itu, pemberian kredit perlu disesuaikan dengan karakteristik usaha, kemampuan pengembalian, serta tujuan penggunaan dana,” jelasnya.

Di tengah tantangan ekonomi dan persaingan usaha, akses permodalan yang disertai pengelolaan kredit secara bertanggung jawab dapat menjadi salah satu penopang keberlanjutan usaha masyarakat.

Karena itu, bagi seorang Mantri, keberhasilan tidak hanya terletak pada penyaluran dana, tetapi juga pada upaya memastikan pembiayaan digunakan sesuai peruntukan dan mampu memberikan manfaat bagi perkembangan usaha nasabah.

Masuknya Richard Tjia dalam jajaran 10 Mantri Story Jambore BRI 2026 menjadi momentum untuk mengangkat peran para Mantri yang bekerja langsung di tengah kehidupan ekonomi masyarakat.

Di balik layanan perbankan yang dinikmati nasabah, terdapat pekerjaan lapangan yang menuntut ketekunan, kedisiplinan, kemampuan membangun kepercayaan, serta kecermatan dalam mengambil keputusan.

Bagi Richard, perjalanan tujuh tahun sebagai Mantri merupakan bagian dari tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan tersebut. Penyaluran kredit yang sehat dan pendampingan nasabah harus berjalan beriringan agar pembiayaan benar-benar memberikan manfaat.

Kisah Richard dari Unit Morotai memperlihatkan bahwa kontribusi terhadap perekonomian masyarakat dapat dimulai dari langkah-langkah nyata: memahami kebutuhan pelaku usaha, memberikan akses pembiayaan sesuai ketentuan, dan menjaga hubungan dengan nasabah melalui pendampingan yang berkelanjutan.

Dari Morotai, kisah Richard membawa pesan bahwa keberhasilan pembiayaan mikro bukan hanya tentang berapa banyak uang yang disalurkan, tetapi juga tentang usaha yang mampu bertahan, nasabah yang semakin mandiri, dan kesempatan ekonomi yang terus terbuka bagi masyarakat.

Melalui dedikasi para Mantri seperti Richard Tjia, BRI turut mengambil peran dalam memperluas akses keuangan dan mendukung pertumbuhan UMKM sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat Indonesia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *