Dari Pattimura ke Moloku Kie Raha, Mayjen TNI Nefra Firdaus Emban Tongkat Komando Kodam Baru

Berita234 Dilihat

Marahaipost.com || Perjalanan pengabdian Mayjen TNI Dr. Nefra Firdaus, S.E., M.M., memasuki babak baru. Mantan Kepala Staf Kodam (Kasdam) XV/Pattimura itu mendapat amanah untuk memimpin Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha, komando kewilayahan baru yang dipersiapkan untuk memperkuat pertahanan dan pembinaan teritorial di Provinsi Maluku Utara.

Penugasan tersebut menjadi catatan penting dalam perjalanan karier Nefra Firdaus. Pengalamannya selama berada di lingkungan Kodam XV/Pattimura menjadi modal tersendiri untuk memahami karakter wilayah Maluku dan Maluku Utara yang memiliki bentang geografis kepulauan, dinamika sosial, serta tantangan keamanan yang kompleks.

Seperti dilansir dari LenteraMaluku.com, selama menjabat sebagai Kasdam XV/Pattimura, Nefra Firdaus terlibat dalam berbagai agenda strategis Kodam, termasuk memperkuat koordinasi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, dan berbagai elemen masyarakat.

Kini, pengalaman tersebut akan dibawa ke medan pengabdian yang baru di bumi Moloku Kie Raha.

Kehadiran Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha menandai babak baru dalam sistem komando kewilayahan TNI Angkatan Darat di Maluku Utara. Markas Kodam baru tersebut dipersiapkan berkedudukan di Sofifi, ibu kota Provinsi Maluku Utara.

Bagi Nefra, amanah tersebut bukan sekadar pergantian jabatan. Ia datang bersamaan dengan lahirnya sebuah struktur komando baru yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjawab kebutuhan pertahanan dan pembinaan wilayah di provinsi kepulauan.

Pengalaman bertugas di wilayah Maluku menjadi bekal penting bagi Nefra dalam membaca karakter masyarakat dan geografis Maluku Utara. Terlebih, saat masih menjabat Kasdam XV/Pattimura, dirinya pernah menyampaikan harapan agar Maluku Utara memiliki Kodam sendiri untuk meningkatkan efektivitas pembinaan teritorial dan pertahanan wilayah.

Harapan tersebut kini memasuki tahap realisasi.

Markas Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha di Sofifi dijadwalkan diresmikan pada 5 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 TNI.

Penugasan Mayjen TNI Nefra Firdaus pun membawa pesan tentang kesinambungan pengabdian. Dari pengalaman di Pattimura, kini ia dipercaya menjadi bagian penting dalam sejarah awal berdirinya Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha.

Tantangan di depan tidak ringan. Karakter Maluku Utara sebagai daerah kepulauan menuntut pola kepemimpinan yang mampu memahami kondisi geografis sekaligus membangun komunikasi yang kuat dengan masyarakat di berbagai wilayah.

Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan seluruh komponen masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas serta keamanan daerah.

Bagi masyarakat Maluku Utara, hadirnya Kodam baru bukan sekadar perubahan struktur organisasi militer. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi bagian dari penguatan sistem pertahanan sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi kolaborasi antara institusi pertahanan dan masyarakat.

Dari Pattimura menuju Moloku Kie Raha, tongkat komando berganti. Namun satu hal tetap sama: pengabdian untuk menjaga negeri terus berlanjut (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *