Kapolda Malut Tegaskan 8 Penekanan untuk Bhayangkari, Arisan Wajib hingga Praktik Rentenir Dilarang

Berita347 Dilihat

Marahaipost.com || Kapolda Maluku Utara sekaligus Pembina Bhayangkari Daerah Maluku Utara, Irjen Pol. Arif Budiman, S.I.K., M.H., menyampaikan sejumlah penekanan penting kepada jajaran Bhayangkari se-Daerah Maluku Utara.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Video Conference (Vicon) tatap muka Pembina Bhayangkari Daerah Maluku Utara bersama Bhayangkari se-Daerah Maluku Utara, Senin (21/9/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIT tersebut berlangsung di Aula Tathya Dharaka Polres Halmahera Timur (Haltim) dan diikuti jajaran Bhayangkari melalui sambungan video conference.

Sementara itu Pengurus Bhayangkari Polres Halmahera Utara mengikuti kegiatan tersebut dari Aula Rupatama Polres Halmahera Utara.

Dalam arahannya, Irjen Pol. Arif Budiman menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas peran, kesetiaan, serta dukungan para Bhayangkari dalam mendampingi suami yang menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

Menurutnya, keberhasilan seorang anggota Polri dalam menjalankan tugas tidak terlepas dari dukungan keluarga.

“Di balik anggota yang mampu bekerja dengan baik, sering kali ada seorang istri yang memberikan ketenangan, perhatian, dan dukungan dari rumah,” kata Kapolda.

Kapolda juga mengajak para Bhayangkari menjadi sumber kekuatan, ketenangan, dan semangat bagi suami serta keluarga.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga kehormatan dan nama baik institusi Polri, termasuk dalam penggunaan media sosial.

Bhayangkari diminta berpikir sebelum mengunggah sesuatu ke media sosial, menghindari pamer kemewahan, tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, serta tidak membuka persoalan internal keluarga maupun kedinasan ke ruang publik.

Kapolda juga menekankan pentingnya membangun budaya integritas di lingkungan keluarga. Para Bhayangkari diharapkan ikut menanamkan nilai antikorupsi dan antigratifikasi kepada anggota keluarga.

Pendidikan dan masa depan anak turut menjadi perhatian. Kapolda meminta para Bhayangkari memberikan pendidikan, disiplin, sopan santun, tanggung jawab, kejujuran, dan kepedulian kepada anak-anak.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Maluku Utara menyampaikan delapan poin penekanan kepada Bhayangkari.

Pertama, menjaga keluarga, karena keluarga yang kuat akan melahirkan anggota Polri yang kuat.

Kedua, menjaga kehormatan suami dan institusi, sehingga tidak ada tindakan yang dapat merusak nama baik keluarga besar Polri.

Ketiga, menjaga anak-anak dengan memberikan pendidikan, perhatian, dan keteladanan.

Keempat, menjaga persaudaraan Bhayangkari dan tidak mudah terpecah oleh persoalan kecil maupun informasi yang belum tentu benar.

Kelima, tidak ada lagi arisan wajib.

Keenam, tidak ada pemotongan dalam bentuk apa pun di Bhayangkari.

Ketujuh, tidak ada Bhayangkari yang menjadi rentenir, dengan penekanan bahwa persoalan tersebut menjadi tanggung jawab suami.

Kedelapan, menjadi Bhayangkari yang bermanfaat, hadir di tengah masyarakat dan memberikan kontribusi nyata bagi Maluku Utara.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan doa, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, arahan Pembina Bhayangkari Daerah Maluku Utara, sesi tanya jawab, hingga penutupan (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *