Desa Gosoma Di Poles Jadi Desa Binaan Presisi, Polres Halut Dorong Masalah Warga Diselesaikan Lewat Musyawarah

Berita857 Dilihat

Marahaipost.com || Desa Gosoma, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), mulai dipersiapkan sebagai Desa Binaan Presisi Polres Halmahera Utara. Program ini diarahkan bukan sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi sebagai wadah bersama untuk memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat hingga tingkat desa.

Kesiapan tersebut ditinjau langsung Wakapolres Halmahera Utara Kompol Saiful Egal, S.A.P., M.A.P., bersama Kasat Binmas Polres Halmahera Utara Iptu Sunarto, S.H., M.H., personel Sat Binmas, Bhabinkamtibmas, Pemerintah Desa Gosoma serta sejumlah tokoh masyarakat, agama, adat, pemuda dan perempuan, Senin (14/9/2026).

Dalam kunjungan yang berlangsung mulai pukul 09.30 WIT itu, Polres Halut menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban.

Wakapolres Halmahera Utara, Kompol Saiful Egal mengatakan, program Desa Binaan Presisi merupakan salah satu upaya Polri untuk meningkatkan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat sekaligus menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif.

Ia mengajak Pemerintah Desa Gosoma dan seluruh masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan aparat keamanan, tetapi bersama-sama menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan lingkungan.

“Setiap permasalahan yang terjadi di desa agar dapat diselesaikan secara baik melalui musyawarah dan mengutamakan penyelesaian secara kekeluargaan,” Kata Wakapolres Halmahera Utara, Selasa (14/09/2026).

Wakapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama informasi yang berpotensi memicu konflik di tengah masyarakat.

Menurutnya, sinergitas antara TNI-Polri, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan Desa Binaan Presisi.

Peran Bhabinkamtibmas juga diminta terus ditingkatkan melalui kegiatan sambang dan komunikasi langsung dengan masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendeteksi sekaligus menyelesaikan persoalan sejak dini sebelum berkembang menjadi gangguan Kamtibmas.

Sementara itu, Kasat Binmas Polres Halmahera Utara, Iptu Sunarto menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada dukungan dan partisipasi aktif masyarakat.

Ia menjelaskan, Desa Binaan Presisi diharapkan menjadi wadah awal dalam menangani berbagai persoalan yang muncul di Desa Gosoma dengan melibatkan tiga pilar serta tokoh-tokoh masyarakat.

“Apabila ada kejadian yang mengganggu Harkamtibmas di Desa Gosoma, ada wadah sebagai langkah awal untuk menyelesaikan permasalahan dengan melibatkan tiga pilar dan tokoh masyarakat,” ujarnya dalam penyampaian kegiatan.

Iptu Sunarto juga mengingatkan para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan generasi muda agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang dapat memicu gangguan Kamtibmas.

Dukungan terhadap program tersebut datang dari Pemerintah Desa Gosoma. Kepala Desa Gosoma Otniel Kofia menyampaikan apresiasi kepada Polres Halmahera Utara dan menyatakan kesiapan pemerintah desa untuk bekerja sama dalam menjalankan Desa Binaan Presisi.

Pemdes Gosoma juga berencana membuat Surat Keputusan (SK) pembentukan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) sebagai bagian dari penguatan kemitraan antara kepolisian dan masyarakat.

Otniel mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan serta kerukunan di lingkungan masing-masing.

Ia juga menekankan agar setiap persoalan yang muncul di desa dapat ditempuh melalui jalur musyawarah dan koordinasi dengan pemerintah desa serta pihak terkait.

Dukungan serupa disampaikan Tokoh Masyarakat Yordan Pangeti. Ia berharap Desa Binaan Presisi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dijalankan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Yordan juga mengusulkan agar kegiatan sosialisasi dan pembinaan Kamtibmas dilakukan secara rutin sehingga masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga keamanan secara bersama-sama.

Sementara itu, Tokoh Perempuan Desa Gosoma Uki Manuru meminta sosialisasi Desa Binaan Presisi diperluas hingga ke tempat-tempat ibadah, baik masjid maupun gereja.

Menurutnya, penyampaian informasi melalui tempat ibadah dapat membantu memastikan pesan-pesan Kamtibmas dan tujuan program diterima oleh berbagai lapisan masyarakat.

Dengan keterlibatan pemerintah desa, aparat keamanan dan masyarakat, Desa Gosoma diharapkan mampu menjadi contoh desa yang aman, mandiri dan tangguh melalui kemitraan yang kuat (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *