Marahaipost. com || Aktivitas sebuah alat berat jenis ekskavator terlihat di badan Sungai Gamsungi, Desa Gamsungi, Kecamatan Kao Teluk, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, sempat menarik perhatian.
Ekskavator tersebut terlihat bekerja di tengah aliran sungai dan berada di sekitar tumpukan material batu. Aktivitas itu terekam dalam dokumentasi pada Selasa, 28 Juli 2026, sekitar pukul 13.28–13.29 WIT.
Berdasarkan informasi lokasi yang tercantum dalam dokumentasi, aktivitas berlangsung pada koordinat 1.065522° LU dan 127.654359° BT, dengan ketinggian sekitar 111,3 meter di atas permukaan laut.
Dalam rekaman visual, kondisi sungai tampak relatif dangkal dengan bebatuan yang memenuhi sejumlah bagian badan sungai. Vegetasi tropis dan perkebunan kelapa milik masyarakat juga terlihat di sekitar lokasi.
Keberadaan alat berat tersebut kemudian dikonfirmasi kepada pihak PT NICO.
Humas PT NICO, Deky Tawaris, menjelaskan bahwa aktivitas ekskavator berkaitan dengan pekerjaan pembangunan jembatan bronjong di kawasan Cibok kecamatan Kao Teluk.
“Itu pembuatan jembatan bronjong Cibok, oleh Pancang Barumadehe. Untuk proyek Cibok itu, kami hanya bantu bronjong saja. Kita bekerja sama dengan warga, mereka yang atur semuanya,” kata Deky Tawaris saat dikonfirmasi, Sabtu (29/8/2026).
Penjelasan tersebut sekaligus memberikan konteks atas aktivitas alat berat yang terlihat bekerja di badan sungai. Menurut pihak perusahaan, ekskavator digunakan untuk mendukung pekerjaan infrastruktur jembatan bronjong, bukan untuk aktivitas penambangan.
Pembangunan jembatan bronjong sendiri berkaitan dengan kebutuhan akses masyarakat di kawasan tersebut, khususnya untuk menunjang mobilitas warga serta aktivitas perkebunan.
Sebelumnya, PT NICO juga diketahui terlibat dalam sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan dukungan terhadap infrastruktur masyarakat dan petani di wilayah Halmahera Utara.
Dukungan tersebut antara lain berupa pembukaan dan perbaikan akses jalan, perbaikan jembatan, hingga penanganan sejumlah titik yang menjadi jalur penting bagi aktivitas masyarakat dan petani.
Keberadaan infrastruktur pendukung di wilayah pedesaan dinilai memiliki peran penting, terutama dalam memperlancar mobilitas warga dan distribusi hasil perkebunan.
Dengan adanya pembangunan jembatan bronjong di kawasan Cibok, akses masyarakat diharapkan semakin mudah dan aktivitas petani, termasuk pengangkutan hasil perkebunan, dapat berjalan lebih lancar.
Aktivitas ekskavator yang sempat menjadi perhatian karena terlihat bekerja di badan sungai itu pun kini telah mendapatkan penjelasan dari pihak PT NICO bahwa penggunaannya berkaitan dengan pekerjaan pembangunan infrastruktur jembatan bronjong bersama masyarakat. (*)








