Suara AHY Muda dari Halmahera Utara Menyampaikan Gagasan Untuk Indonesia

Berita1218 Dilihat

Marahaipost. com || Angin laut bergerak pelan dari Pantai Wisata Pitu, Kecamatan Tobelo Tengah, kabupaten Halmahera Utara, Rabu (12/8/2026). Suasana pantai wisata itu sejenak berubah. Bukan suara ombak atau riuh pengunjung yang menjadi perhatian, melainkan suara anak-anak muda yang bergantian berdiri di atas panggung.

Mereka datang membawa naskah pidato. Namun yang mereka bawa ke hadapan publik jauh lebih besar dari sekadar rangkaian kalimat untuk memenangkan sebuah perlombaan.

Dari panggung sederhana itu, para pelajar SMA sederajat di Halmahera Utara berbicara tentang Indonesia. Tentang ekonomi yang menyentuh kehidupan masyarakat. Tentang keadilan. Tentang pembangunan daerah. Tentang demokrasi. Dan tentang masa depan yang kelak berada di tangan generasi mereka.

Itulah wajah Lomba Pidato AHY Muda yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Halmahera Utara. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-25 Partai Demokrat sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tema yang diangkat, “Bersama Rakyat, Memajukan Ekonomi, Menegakkan Keadilan, Merawat Demokrasi,” menjadi benang merah pidato para peserta.

Di hadapan pengurus partai, anggota legislatif, guru, simpatisan, serta masyarakat, para pelajar itu tidak sekadar menghafalkan teks. Mereka berusaha mengolah persoalan di sekitar mereka menjadi gagasan yang bisa disampaikan kepada publik.

Ada yang berbicara tentang ekonomi rakyat. Ada yang menyoroti pembangunan. Ada pula yang melihat demokrasi dari sudut pandang anak muda.

Bagi sebagian peserta, mungkin ini adalah pengalaman pertama berbicara di hadapan orang banyak. Tetapi justru di situlah nilai penting kegiatan tersebut: mengajarkan anak muda bahwa gagasan tidak akan berarti jika hanya disimpan dalam pikiran.

Para peserta merupakan pelajar yang mendapat pendampingan dari sejumlah anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Maluku Utara dan DPRD Kabupaten Halmahera Utara.

Pendampingan itu tidak hanya membantu peserta menyiapkan materi pidato, tetapi juga membuka ruang bagi mereka untuk mengenali persoalan sosial dan pembangunan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Ketua DPC Partai Demokrat Halmahera Utara, Janlis G. Kitong, menilai keberanian anak muda untuk menyampaikan gagasan merupakan modal penting bagi masa depan daerah dan bangsa.

“Suara generasi muda perlu mendapat tempat karena mereka akan menjadi salah satu penentu arah pembangunan bangsa pada masa mendatang,” kata Janlis.

Menurut dia, anak muda tidak seharusnya hanya menjadi penonton atas berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Mereka perlu diberi ruang untuk berbicara, mengemukakan pendapat, bahkan mengkritisi keadaan.

“Anak muda biasanya lebih kreatif. Mereka bisa menyampaikan gagasan, bahkan kritik terhadap situasi masyarakat sekarang, termasuk persoalan ekonomi dan demokrasi,” ujarnya.

Satu per satu peserta berdiri. Mikrofon digenggam. Pandangan diarahkan kepada dewan juri dan hadirin. Lalu suara-suara muda itu mengalir, membawa keresahan sekaligus harapan.

Tidak semua disampaikan dengan sempurna. Tetapi keberanian untuk berbicara justru menjadi bagian penting dari proses itu.

Sebab demokrasi tidak hanya membutuhkan orang yang mampu memilih. Demokrasi juga membutuhkan generasi yang mampu berpikir, bertanya, berargumentasi, dan menyampaikan kritik.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Aksandri Kitong, memberikan apresiasi terhadap kemampuan para peserta yang tampil di hadapan dewan juri dan masyarakat.

Menurutnya, materi yang disampaikan para pelajar memiliki gagasan yang layak diperhatikan.

“Materi pidato sangat luar biasa. Menjadi inspirasi bagi saya, sehingga bisa dibawa ke parlemen yang nantinya menjadi aspirasi. Terima kasih juga kepada dewan guru yang mendampingi anak-anak,” kata Aksandri.

Pernyataan itu sekaligus memperlihatkan bahwa panggung pidato tidak harus berhenti sebagai panggung perlombaan.

Gagasan yang lahir dari anak-anak muda dapat menjadi bahan percakapan publik. Bahkan, ketika menyentuh persoalan masyarakat, gagasan itu dapat menjadi bagian dari aspirasi yang dibawa ke ruang kebijakan.

Kompetisi memang memiliki pemenang dan peserta. Ada penilaian, ada dewan juri, dan ada tepuk tangan untuk mereka yang tampil terbaik.

Namun di balik hasil akhir tersebut terdapat proses yang jauh lebih penting: anak-anak muda belajar menyusun argumen, memahami persoalan, menguasai panggung, dan menyampaikan pendapat dengan keyakinan.

Kemampuan seperti itu kelak dibutuhkan ketika mereka memasuki ruang organisasi, dunia kerja, masyarakat, bahkan ruang-ruang pengambilan keputusan.

Seorang pelajar berdiri di atas panggung. Ia menyampaikan gagasannya tentang Indonesia. Mungkin gagasan itu belum sempurna. Mungkin cara menyampaikannya masih perlu diasah.

Ketua DPC Partai Demokrat Halmahera Utara berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Lomba pidato diharapkan mampu memberi manfaat nyata bagi para pelajar, terutama dalam meningkatkan kemampuan komunikasi, berpikir kritis, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

Di tengah peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, pesan yang muncul dari Pantai Pitu terasa sederhana, tetapi penting: kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang masa lalu.

Kemerdekaan juga berarti memberi ruang kepada generasi berikutnya untuk berpikir, berbicara, mengkritik, dan menentukan masa depannya sendiri.

Sebab bisa jadi, suara yang terdengar dari panggung kecil di Pantai Pitu hari ini adalah suara yang suatu saat nanti terdengar dari ruang yang jauh lebih besar.Bukan lagi sebagai peserta lomba.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPC Partai Demokrat Halmahera Utara Janlis G. Kitong, sekertaris DPC Demokrat Halut, Salman Alfarizi, Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara Aksandri Kitong, sejumlah anggota Fraksi Demokrat DPRD Halmahera Utara, perwakilan partai politik, jajaran pengurus DPC Demokrat Halmahera Utara, serta puluhan simpatisan dan masyarakat yang menyaksikan jalannya perlombaan (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *