Warga Kesulitan Air Bersih, Pemuda Podol Geruduk Kantor Desa: Kami Butuh Air!

Berita1416 Dilihat

Marahaipost.com || Krisis air bersih yang bertahun-tahun menghantui warga Desa Podol, Kecamatan Ibu Tabaru, Kabupaten Halmahera Barat, kembali memantik kemarahan pemuda.Senin (10/8/2026).

Pemuda Peduli Masyarakat Desa Podol menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Desa Podol. Mereka mendesak pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) segera mengambil langkah nyata mengatasi persoalan air bersih yang dinilai tak kunjung mendapat solusi.

Dengan membawa poster bertuliskan “BPD Jangan Tidur” dan “Kami Butuh Air Bersih”, massa menyampaikan kritik keras terhadap kinerja pemerintah desa dan BPD.

Dalam orasinya, pemuda menilai BPD belum maksimal menjalankan fungsi pengawasan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Mereka mempertanyakan keberadaan BPD sebagai lembaga yang seharusnya menjadi penyambung suara warga, terutama dalam persoalan mendasar seperti kebutuhan air bersih.

Fedon Gisisi, salah satu orator, menegaskan bahwa masyarakat tidak sedang meminta sesuatu yang mewah.

“Air bersih bukan fasilitas tambahan, tetapi hak hidup. Jika pemerintah desa dan BPD tidak mampu menjawab kebutuhan ini, maka mereka telah gagal menjalankan amanah rakyat. Kami bukan meminta belas kasihan, kami menuntut hak kami,” tegasnya.

Kritik semakin keras disampaikan Yogi Ure. Ia secara terbuka meminta BPD segera menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya.

«“BPD jangan tidur! Bangun dan jalankan tugasmu. Kau dipilih bukan untuk duduk diam, tetapi untuk mengawasi, mengontrol, dan memastikan rakyat mendapatkan haknya,” teriak Yogi di hadapan massa aksi.

Sementara Frank Malang menegaskan pemuda tidak akan berhenti menyuarakan persoalan tersebut.

“Kami tidak akan diam. Kami tidak akan berhenti bersuara. Kami adalah generasi yang berani menegur, mengingatkan, dan menuntut perubahan,” ujarnya.

Pemuda menilai persoalan air bersih yang berlangsung selama bertahun-tahun telah menjadi masalah serius bagi masyarakat Desa Podol.

Mereka mempertanyakan sejauh mana pemerintah desa dan BPD telah melakukan upaya untuk mencari solusi permanen atas kebutuhan air bersih warga.

Menurut massa aksi, persoalan tersebut tidak boleh terus dijawab dengan janji atau menunggu tanpa kepastian. Mereka meminta adanya langkah konkret, program yang jelas, serta solusi yang dapat langsung dirasakan masyarakat.

Pemuda Peduli Masyarakat Desa Podol menegaskan aksi tersebut bukan akhir dari perjuangan mereka.

Mereka menyatakan akan terus mengawal persoalan air bersih dan meminta pemerintah desa serta BPD membuka ruang dialog dengan masyarakat untuk membahas solusi yang konkret.

Bagi pemuda, pemerintah desa dan BPD merupakan pihak yang mendapat amanah untuk melayani serta memperjuangkan kepentingan masyarakat (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *