Beginilah Kronologis Remaja 19 Tahun Terpeleset dan Jatuh ke Air Terjun Kokotajaya

Berita1046 Dilihat

Marahaipost. com || Suasana kawasan wisata Air Terjun Jembatan Alam, Desa Kokota Jaya, Kecamatan Tobelo Utara, Kabupaten Halmahera Utara, mendadak panik. Seorang remaja berusia 19 tahun, Gedalti Pasaribu, dilaporkan hilang setelah terpeleset dan jatuh ke aliran air terjun, Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIT.

Kasi Humas Polres Halmahera Utara, IPTU Hopmi Saribu, SH, menjelaskan, saat kejadian korban tengah bersama tujuh orang temannya. Mereka sebelumnya menikmati suasana wisata dan mandi di kawasan air terjun yang berada di bagian atas Jembatan Alam.

Peristiwa nahas terjadi ketika rombongan hendak kembali pulang. Saat berjalan, korban sempat mendapat peringatan dari salah seorang temannya karena jalur yang dilalui dalam kondisi licin dan beberapa saat kemudian korban terpeleset.

“Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berpegangan pada baju temannya bernama Marselino,” jelas IPTU Hopmi. Minggu (09/08/20226).

Saat itu, Marselino hampir ikut terjatuh. Korban kemudian melepaskan pegangan tersebut dan berusaha meraih sebuah speaker yang sedang dibawa Marselino. Namun upaya tersebut gagal.

“Korban kemudian tergelincir ke bawah dan jatuh ke aliran air terjun. Sebelum hilang dari pandangan, korban sempat berteriak meminta pertolongan,” ujarnya.

Marselino langsung berteriak meminta bantuan kepada teman-temannya.

Sejumlah teman korban, yakni Mardolid Ngawaro, Elfrit Manumpil dan Novri Sanggel, kemudian berusaha turun dan melakukan pencarian dengan berenang di sekitar kawasan air terjun. Namun, korban tidak ditemukan.

Sementara itu, Noval Lahengko dan Elfrit Manumpil bergegas turun menuju permukiman warga untuk meminta bantuan.

Informasi mengenai kecelakaan tersebut kemudian diterima Sat Reskrim Polres Halmahera Utara sekitar pukul 18.00 WIT.

Personel kepolisian langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 19.30 WIT.

Pencarian dilakukan secara gabungan dengan melibatkan personel Sat Reskrim, Sat Polairud, Sat Intelkam Polres Halmahera Utara, Basarnas dan BPBD.

Tim gabungan langsung menyisir kawasan sekitar air terjun hingga malam hari. Namun, hingga pukul 20.00 WIT, korban belum berhasil ditemukan.

“Medan yang gelap, minim pencahayaan dan keterbatasan peralatan membuat proses pencarian tidak dapat dilanjutkan secara maksimal,” kata IPTU Hopmi.

Sekitar pukul 20.30 WIT, tim gabungan melakukan konsolidasi dan memutuskan untuk menghentikan sementara pencarian serta melanjutkannya pada Minggu pagi.

Sebagian personel tetap disiagakan di sekitar lokasi, sementara sebagian lainnya beristirahat untuk mempersiapkan operasi pencarian lanjutan.

Hingga Sabtu malam, Gedalti Pasaribu (19), pelajar asal Aspol Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo, masih belum ditemukan.

Tim gabungan dijadwalkan kembali melakukan pencarian pada Minggu pagi dengan menyisir kawasan air terjun serta aliran air di sekitar lokasi kejadian (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *