Dandim 1508/Tobelo Letkol Kav Ramdhani Akbar: Meneladani Semangat Pengabdian, Menanam Harapan di Bumi Hibualamo

Berita588 Dilihat

Marahaipost.com || Di Markas Komandan Distrik Militer 1508/Tobelo, udara pagi yang sejuk di wilayah Halmahera Utara terasa lebih hangat saat Letnan Kolonel Kav Ramdhani Akbar, S.I.P., bercerita tentang jalan hidupnya. Di balik seragam dinas yang dikenakan rapi, tersimpan kisah perjalanan panjang yang dibakar semangat pengabdian, sebuah tekad yang tumbuh dari kekaguman pada sosok pemimpin, ditempa di medan tugas yang menantang, dan kini ditanamkan demi kemajuan masyarakat di bumi Hibualamo ini.

Pria kelahiran Jakarta tahun 1985 ini tak menyembunyikan siapa sosok yang menjadi pemicu utamanya melangkah masuk ke barisan Tentara Nasional Indonesia. Bagi perwira lulusan Akademi Militer tahun 2006 ini, Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto, kini Presiden Republik Indonesia adalah inspirasi yang tak tergantikan.

“Pak Prabowo Subianto yang memotivasi saya untuk menjadi prajurit. Saya mulai mengenal beliau sejak masih menjabat sebagai Komandan Jenderal Kopassus. Kebetulan paman saya seorang anggota Kopassus yang sering menceritakan kepribadian, keteguhan hati, dan jiwa kepemimpinan Pak Prabowo,” ujarnya dengan nada penuh penghormatan, saat berbincang hangat di Tobelo, Rabu (8/7/2026).

Cerita-cerita sang paman tentang sosok yang selalu menempatkan kepentingan bangsa di atas segalanya, serta gambaran nyata ketangguhan karakter Prabowo, membuat tekadnya semakin bulat. Ia pun memilih jalan militer, bertekad menjaga keutuhan negara seperti yang dicontohkan oleh sosok yang dikaguminya itu.

Ditempa di Medan Papua: Fondasi Jiwa dan Kepemimpinan

Tak lama setelah menyandang pangkat Letnan Dua, Ramdhani langsung mendapatkan tugas berat: ditempatkan di Provinsi Papua selama sepuluh tahun tepat saat wilayah tersebut menghadapi tantangan keamanan yang cukup besar. Bagi banyak perwira muda, tugas ini adalah ujian berat, namun bagi Ramdhani, ini adalah sekolah kehidupan yang mengubah dirinya.

Di sana, ia terlibat langsung dalam serangkaian operasi krusial: Operasi Tembaga Amole III tahun 2007, Operasi Tembaga Amole IV tahun 2008, Operasi Amole VI tahun 2009, hingga Operasi Pengamanan Objek Vital Nasional tahun 2010. Hari-harinya dihabiskan berhadapan dengan medan yang sulit, situasi yang tidak terduga, namun juga berinteraksi erat dengan masyarakat setempat.

Pengalaman itulah yang menempa mental, fisik, sekaligus kepekaan sosialnya. Ia belajar bahwa tugas prajurit bukan sekadar menjaga keamanan dengan senjata, melainkan juga memahami hati rakyat. Di tanah Papua pula ia naik pangkat menjadi Kapten, membawa bekal pengalaman yang tak ternilai untuk jenjang karier selanjutnya.

Letnan Kolonel Kav Ramdhani Akbar, S.I.P. bersama istri tercinta Intan Permatasari Tongasa, S.Psi

Dua Dekade Mengabdi: Dari Pleton hingga Memimpin Wilayah

Lebih dari dua puluh tahun berlalu sejak langkah pertamanya di Batalyon Kavaleri 1/Badak Ceta Cakti Divisi Infanteri 1/Kostrad. Kariernya menanjak perlahan namun pasti, dari pemimpin peleton, staf di berbagai bidang, hingga memegang komando di berbagai tingkatan. Ia pernah mengemban tugas sebagai Danki, Wadan Denkav, hingga menjabat sebagai Komandan Batalyon Kavaleri 1/Badak Ceta Cakti sebelum akhirnya dipercaya memimpin Kodim 1508/Tobelo.

Rekam jejak jabatannya mencatat perjalanan yang mencakup berbagai wilayah dan satuan: mulai dari lingkungan Kodam XVII Cenderawasih, Pusat Kavaleri, Divisi Infanteri 1/Kostrad, hingga Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Angkatan Darat. Setiap jabatan menjadi tempatnya belajar dan memberikan yang terbaik.

Di sela kesibukan tugas berat, ia didukung oleh keluarga kecilnya: istri tercinta Intan Permatasari Tongasa, S.Psi., serta tiga orang anak yang menjadi sumber kekuatannya.

Membangun Sinergi untuk Kemajuan Halmahera Utara

Kini, sebagai pemimpin wilayah di Halmahera Utara, Letkol Kav Ramdhani tidak hanya fokus pada tugas menjaga stabilitas keamanan. Ia membawa semangat baru: menjadikan TNI sebagai mitra setia masyarakat dalam membangun negeri.

Ia menegaskan komitmennya mendukung penuh program pembangunan nasional yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat. Salah satu prioritas utamanya adalah mengembangkan Koperasi Desa Merah Putih, yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Selain itu, ia turun langsung mendukung pembangunan infrastruktur vital: pembangunan jembatan, penyediaan sumur bor, rehabilitasi fasilitas sekolah, hingga menjaga agar situasi wilayah tetap kondusif demi kelancaran berbagai kegiatan pembangunan.

“Kami ingin memperkuat sinergi antara TNI dengan seluruh elemen masyarakat. Bersama-sama menjaga stabilitas wilayah, demi kemajuan bersama di Bumi Hibualamo,” tegasnya.

Bagi Ramdhani, tugas di Tobelo bukan sekadar jabatan sementara. Ia ingin membawa nilai-nilai pengabdian yang ia teladani dari sosok Prabowo Subianto, serta pengalaman berharga di tanah Papua bahwa kekuatan terbesar prajurit adalah kedekatannya dengan rakyat. Dan di sini, di ujung utara Maluku, ia berjanji akan terus melangkah dengan tanggung jawab dan profesionalisme, demi wujudkan Halmahera Utara yang lebih aman, makmur, dan bersatu (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *