Marahaipost.com || Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 7 orang pendaki yang diduga melakukan pendakian tanpa izin resmi di Gunung Api Dukono, melalui jalur Desa Kokota Jaya, Kabupaten Halmahera Utara. Kawasan gunung tersebut termasuk jalur pendakian dan radius 4 kilometer dari puncak, saat ini ditutup total karena status gunung berada pada Level II atau kategori “Waspada”. Seluruh rombongan ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat pada Kamis (18/06/2026).
Informasi resmi disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Halmahera Utara pada Rabu, 18 Juni 2026 pukul 08.25 WIT. Lokasi kejadian berada di jalur pendakian via Desa Kokota Jaya; rombongan diketahui mulai bergerak mendaki sejak pagi hari Selasa, 17 Juni 2026. Status keselamatan: 7 orang selamat, tidak ada korban meninggal maupun yang belum ditemukan.
Kronologi Kejadian
Kejadian bermula Selasa, 17 Juni 2026 pukul 14.00 WIT, saat Kepala BPBD Halmahera Utara menerima laporan dari Kepala Desa Kokota Jaya. Warga yang sedang berkebun melihat sekelompok orang bersiap melakukan pendakian ke kawasan gunung Dukono.
Saat dimintai keterangan, rombongan mengaku sudah mengantongi izin pendakian dari Pemerintah Desa Mamuya. Namun setelah dikonfirmasi secara langsung, pihak Desa Mamuya menegaskan tidak pernah menerbitkan izin apa pun untuk kelompok tersebut. Diketahui pula bahwa sehari sebelumnya tepatnya 16 Juni 2026,rombongan sempat mendatangi Pos Pengamatan Gunung Api Dukono di Desa Mamuya guna menanyakan perkembangan aktivitas erupsi.
Pada hari yang sama, BPBD Halmahera Utara melaporkan hal ini kepada Bupati Halmahera Utara dan Polres Halmahera Utara. Berdasarkan arahan pimpinan, persiapan pencarian segera dilakukan, namun operasi harus ditunda sementara karena kondisi cuaca kurang mendukung. Pencarian dan evakuasi baru dapat dilaksanakan mulai pagi hari.
Jalannya Operasi SAR
– 08.30 WIT, 18 Juni 2026: Tim Rescue Pos SAR Tobelo berangkat menuju Kantor Desa Kokota Jaya.
– 09.00 WIT: Tim tiba di lokasi dan menetapkan Kantor Desa Kokota Jaya sebagai posko operasi.
– 09.15 WIT: Tim gabungan yang terdiri dari unsur Pos SAR Tobelo, BPBD Halmahera Utara, dan Satpol PP Halmahera Utara mulai bergerak naik menuju kawasan gunung lewat jalur Kokota Jaya.
– 13.15 WIT: Seluruh rombongan pendaki berhasil ditemukan di jalur antara Pos 1 dan Pos 2, saat mereka sedang berjalan turun dari arah puncak.
– 15.01 WIT: Seluruh personel tim dan 7 pendaki tiba kembali di Kantor Desa Kokota Jaya dalam keadaan aman. Rombongan kemudian diserahkan kepada pihak Polres Halmahera Utara untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, menegaskan bahwa larangan pendakian di kawasan tersebut sudah disosialisasikan secara luas dan berulang kali. “Kami bersama pemerintah daerah sudah menghimbau agar tidak ada yang berusaha masuk ke kawasan terlarang. Peringatan telah dipasang lewat spanduk serta disebarkan melalui surat edaran resmi,” ujarnya. Kamis (18/06/2026). Ia menambahkan pemeriksaan sedang berjalan; jika ditemukan bukti pelanggaran hukum yang jelas, para pihak terkait akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk kemungkinan penerapan sanksi pidana.
Unsur yang Terlibat dan Peralatan
Operasi ini melibatkan Tim Rescue Pos SAR Tobelo, BPBD Halmahera Utara, Satpol PP Halmahera Utara, Pemerintah Desa Kokota Jaya, serta dukungan masyarakat setempat. Peralatan yang digunakan meliputi mobil Rescue tipe 2, truk angkut personel, lengkap dengan perlengkapan evakuasi, alat medis, dan sarana komunikasi.
Daftar 9 Pendaki (Semua Selamat)
1. Christopher Joseph (60), Warga Negara Asing asal Australia
2. Samantha Tracey (51), Warga Negara Asing asal Amerika Serikat
3. Carlos Eduardo (51),Warga Negara Asing asal Amerika Serikat
4. Adi Susanto (53),Pendaki asal Yogyakarta
5. Donald (45),Pendaki asal Manado, berprofesi pengelola jasa perjalanan wisata
6. Elias Mandag (40) Warga Desa Ruko, bertugas sebagai pemandu dan pembawa barang
7. Donald (43), arga Desa Ruko bertugas sebagai pemandu dan pembawa barang
8. Djabil Abdulah (42), Warga Desa Mamuya, bertugas sebagai pemandu dan pembawa barang
9. Rusli (38), arga Desa Mamuya, bertugas sebagai pemandu dan pembawa barang
Sebelumnya, pada Minggu, 10 Mei 2026, tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Basarnas, BPBD Halmahera Utara, dan masyarakat juga melakukan evakuasi di kawasan puncak Gunung Dukono pada hari ketiga operasi pencarian pasca aktivitas erupsi. Sekitar pukul 11.55 WIT saat itu, dua orang yang sempat dinyatakan hilang berhasil ditemukan. Keduanya adalah Warga Negara Asing asal Singapura, Heng Wen Qiang Timothy Laki Laki – 30 tahun dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid – Laki-Laki 27 tahun ditemukan tidak jauh dari lokasi di mana sebelumnya ditemukan korban Engel Krishela Pradita, warga negara Indonesia (*)








